Upaya Kementan Menanggulangi Kasus Kematian Babi di Kalimantan Barat

Pertanianku — Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Barat. Dalam kunjungannya, Nasrullah menyatakan kesiapannya untuk membantu masyarakat dalam menanggulangi kematian babi yang terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu, Sintang, dan Melawi. Kematian tersebut disebabkan oleh penyakit African Swine Fever (ASF).

kematian babi
foto: Pixabay

Nasrullah menerangkan bahwa ASF bukan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Namun, penyakit ini sangat berbahaya bagi ternak babi karena dapat menimbulkan kematian dan penularan yang tinggi mencapai 90 persen.

“Peternak harus tahu dan paham tentang penyakit ini dan mulai mengubah pola beternak menjadi lebih baik dengan penerapan biosekuriti,” ujar Nasrullah seperti dilansir dari laman ditjenpkh.pertanian.go.id.

Dirjen PKH mengajak peternak untuk memelihara babi berskala usaha dengan pendampingan dari pemerintah serta menggunakan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR).

“Pemerintah telah menyiapkan KUR untuk petani dan peternak untuk meningkatkan skala usaha. Syaratnya mudah, tanpa agunan, dan bunganya sangat rendah, yaitu 6 persen dibayar saat panen,” terang Nasrullah.

Pada kesempatan tersebut, Kementerian Pertanian menyerahkan bantuan berupa disinfektan, obat-obatan, bahan sosialisasi, dan serum konvalesen ASF kepada peternak. Bantuan diterima melalui Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang dan Melawi.

Sejalan dengan Nasrullah, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Melawi, Oslan Junaedi, bersama Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat, Muhammad Munsif, menyebutkan, perlu adanya perubahan tata cara beternak babi yang dilakukan masyarakat. Peternak babi diimbau untuk menggunakan prinsip beternak babi yang sesuai dengan standar.

Munsif menegaskan, penyakit yang tengah dihadapi peternak di Kalimantan Barat perlu ditanggulangi bersama oleh pemerintah, peternak, dan pemangku kepentingan lainnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi IV, Yessi Melania, yang juga melakukan kunjungan kerja, berharap langkah-langkah yang diambil Pemda dan Kementan dapat memutus rantai penularan penyakit ASF. Selain itu, Yessi meminta kepada peternak untuk mendukung langkah pemerintah dalam penanggulangan penyakit dengan tidak menjual dan memotong babi yang sakit.

Baca Juga:  Balitbangtan Kembangkan Aplikasi Pendeteksi Mutu Beras Berbasis Android

“Saya berharap bantuan yang diberikan dapat digunakan sebaik-baiknya untuk mencegah kasus penyakit dan berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas KUR,” tutur Yessi.