Upaya Pemerintah Mengembalikan Kejayaan Kopi Sidikalang

Pertanianku — Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan melakukan Gerakan Tanaman Kopi (Gertak) untuk kedua kalinya di Desa Parbuluan IV, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara. Gerakan ini merupakan bagian dari upaya mengembalikan kejayaan kopi sidikalang.

kopi sidikalang
foto: Pixabay

Kabupaten Dairi terkenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi terbesar ke-5 di Indonesia. Kini, daerah tersebut dipilih sebagai lokasi untuk Gerakan Tanaman Kopi. Pemda setempat memiliki program tanam kopi sebanyak 1.325.000 batang pada 2022 yang akan dilakukan dalam kurun waktu 5 tahun dengan target penanaman seluas 5.000 hektare.

Luas wilayah kebun kopi di Dairi mencapai 13.598 dengan produksi sebesar 13.000 ton pada 2021. Kabupaten Dairi terletak di dataran tinggi dan memiliki jenis tanah lepare yang sangat berpotensial untuk ditanami kopi.

Kopi sidikalang yang dibudidayakan di Dairi telah memiliki sertifikat indikasi geografis karena memiliki cita rasa khas. Tak heran, kopi ini laris di pasar domestik dan internasional.

Plt. Dirjen Perkebunan, Ir. Ali Jamil, M.P., Ph.D. antusias menyambut komitmen para pemegang kepentingan komoditas kopi untuk mengembalikan kejayaan kopi sidikalang. Ali Jamil mengatakan, produktivitas kopi di Dairi masih harus diperbaiki karena tergolong rendah.

“Luas tanam kopi kita di seluruh Indonesia itu sekitar 1.258.000 hektare. Negara kita sebagai produsen terbesar nomor 4 di dunia. Tapi, produktivitas kita rendah sekali. Di bawah 1 ton per hektare per tahun. Jangan hanya menanam kopi, Pak Kadis, Pak Kades, kawal pekebun kopi kita, kemudian ajarkan budidaya serta GAP-nya. Tanah di Dairi ini subur, sangat berpotensi untuk ditanam segala macam komoditas, terutama kopinya,” tutur Ali Jamil seperti dilansir dari laman ditjenbun.pertanian.go.id.

Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi menyampaikan, rencana pengembangan kopi ke depannya akan dilaksanakan berdasarkan RPJMD Kabupaten Sidikalang 2019–2024. Pertama, melakukan penanaman kopi pada lahan seluas 5.000 hektare dalam kurun waktu 5 tahun, merangkul sejumlah pihak untuk mengadopsi produk dan hilirisasi kopi, melakukan pendampingan dan pelatihan kepada petani, bekerja sama dengan perbankan dalam persoalan KUR klaster kopi, bekerja sama dengan pihak swasta sebagai off-taker, serta menyediakan sumber benih dari APBD Kabupaten Dairi.

Baca Juga:  Cara Pengapuran Tanah yang Masam

Dinamakan sidikalang karena kopi ini berasal dari Sidikalang yang menjadi ibukota Kabupaten Dairi. Kopi yang dihasilkan dari Dairi merupakan kopi robusta dan arabika. Sidikalang berada di kawasan Bukit Barisan dengan ketinggian di atas 1.000 m dpl. Saat ini kopi sidikalang menjadi primadona penikmat kopi. Aroma khas yang dimiliki sidikalang akan keluar ketika diseduh. Kadar kafein pada kopi robusta sidikalang tergolong tinggi.