Upaya Pemerintah untuk Mengatasi Stok Panen Lemon yang Mulai Menumpuk di Gudang

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) langsung sigap mengambil langkah untuk mengedarkan hasil panen lemon dalam negeri yang sedang melimpah. Tindakan tersebut diambil setelah Kementan mendengar banyak keluhan dari petani lemon yang mengatakan bahwa stok lemon sudah mulai menumpuk dan butuh untuk segera diedarkan.

stok lemon
foto: Pixabay

“Kami mendengar keluhan yang terjadi di tingkat petani bahwa stok kian menumpuk di gudang dan butuh segera dilakukan penyerapan. Hortikultura adalah komoditas yang perishable (cepat busuk) sehingga butuh segera dikonsumsi,” tutur Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto seperti dikutip dari laman hortikultura.pertanian.go.id.

Prihasto beserta jajarannya telah menyiapkan rencana jangka pendek, yakni dengan membeli lemon dari petani. Selasa (13/4), Dirjen Hortikultura sudah menyerap 1 ton lemon dengan tujuan ke Bali dan 500 kg dengan tujuan ke Jabodetabek. Selain itu, ada juga permintaan tambahan dari PT Mulya Raya sebanyak 1 ton.

Ketua CV Berkah Tani, Haji Syahid menjelaskan bahwa penumpukan stok lemon di dalam gudang sudah mulai terjadi sejak November 2020. Syahid mengatakan bahwa lemon yang telah berhasil didistribusikan ke Jabodetabek dan Bali merupakan lemon standar grade A dan dijual dengan harga Rp15.000.

“Saya sangat berterima kasih dengan fasilitas dari pemerintah, khususnya Pak Dirjen Hortikultura yang cepat merespons dan menyambungkan saya ke para pengusaha. Pengiriman hari ini sudah 2,5 ton tujuan Jabodetabek dan Bali. Semoga ke depan sudah mulai kembali stabil penjualannya,” papar Syahid.

Syahid bersama dengan petani lainnya mengembangkan komoditas lemon di atas lahan seluas 40 hektare dengan produktivitas yang mencapai lebih dari 20 ton per bulan. Syahid berharap pemerintah dapat memfasilitasi apabila ada industri yang masuk ke petani, agar tidak terjadi lagi penumpukan hasil panen lemon dalam negeri.

Baca Juga:  Trik Memilih Buah Durian yang Baik

“Saya tidak masalah impor masuk, yang penting para eksportir menyerap juga dari pasar lokal. Harapan saya yang penting diserap. Mengenai harga, kami bisa menyesuaikan tergantung permintaan grading. Kami pun bisa menerima orderan untuk harga Rp10.000 per kilogram dengan kualitas yang baik,” jelas Syahid.