Upaya Pencegahan Penyakit LSD

Pertanianku Penyakit LSD (Lumpy Skin Disease) merupakan penyakit yang cukup berbahaya dan dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Pasalnya, produk ternak sapi yang dihasilkan akan mengandung virus dan dapat menular dengan cepat. Penyakit ini dapat dicegah dan dikendalikan dengan cara berikut.

penyakit LSD
foto: Trubus

Vaksinasi

Vaksinasi menjadi langkah terbaik untuk mengendalikan penyakit LSD. Sejauh ini ada tiga vaksin yang dapat mencegah LSD, yakni vaksin homolog dan heterolog, serta vaksin inaktif yang baru saja dikembangkan.

Vaksin homolog terdiri atas virus LSD live yang dilemahkan, sedangkan vaksin heterolog terdiri atas virus sheep pox atau goat pox yang dilemahkan (SPPV/GPPV). Berdasarkan penelitian, vaksin berbasis SPPV/GTPV menunjukkan efikasi yang sedikit lebih rendah daripada vaksin homolog, tetapi vaksin tersebut tidak menimbulkan demam dan gejala klinis lain setelah vaksinasi.

Terapi

Hingga saat ini belum tersedia obat atau antivirus yang spesifik untuk mengatasi LSD. Oleh karena itu, terapi menjadi salah satu jalan untuk mengobati lesi kulit. Terapi yang diberikan adalah terapi supportif dan pengobatan untuk lesi kulit. Pada terapi, hewan diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder dan pneumonia. Selanjutnya, diberikan obat antiinflamasi untuk mengurangi rasa sakit sehingga hewan yang terinfeksi tetap ingin makan.

Biosekuriti

Penerapan biosekuriti yang baik menjadi salah satu upaya yang penting untuk mencegah masuk dan menyebarnya LSD ke suatu peternakan. Aspek biosekuriti yang perlu diterapkan adalah monitoring hewan yang baru masuk ke peternakan, semua kendaraan, tamu yang keluar-masuk kandang didisinfeksi, pekerja mengganti baju dan merendamnya di cairan disinfektan, serta tempat makan dan peralatan lain yang digunakan juga harus didisinfektan.

Apabila ditemui tanda-tanda infeksi segera lakukan surveilans dan pemeriksaan laboratiorum. Pisahkan hewan yang baru dibeli dengan yang lama. Pemisahan juga perlu dilakukan pada hewan yang diduga sakit. Penerapan biosekuriti yang tepat merupakan upaya pencegahan yang murah dibanding penggunaan vaksin, tetapi penerapannya masih sangat minim.

Baca Juga:  Penyebab Feses Ayam Basah

Pelaksanaan stamping out

Saat penyakit muncul pertama kali di negara yang bebas penyakit, pelaksanaan stamping out hewan menjadi upaya pencegahan dan pengendalian yang paling efektif untuk mencegah terjadinya wabah.

Peningkatan pengetahuan tentang penyakit

Peternak harus meningkatkan pengetahuannya tentang gejala, penularan, sifat virus, cara pengambilan sampel, dan teknik diagnosis LSD