Usaha Pembibitan Kambing yang Menguntungkan

Pertanianku — Tak hanya daging sapi dan ayam, kini permintaan daging kambing juga mengalami kenaikan yang signifikan. Namun, sayangnya tidak diiringi dengan kenaikan jumlah suplai bibit yang cukup, bahkan cenderung selalu kurang. Saat ini, ternak kambing masih dilakukan tradisional sehingga tidak menghasilkan keuntungan yang maksimum. Oleh karena itu, usaha pembibitan kambing dapat menjadi peluang usaha yang menarik.

pembibitan kambing
foto: pertanianku

Masih jarang pelaku usaha pembibitan kambing yang mengelola usahanya secara profesional. Biasanya usaha pembibitan kambing dilakukan secara sederhana, yakni dengan pola digembalakan. Padahal, jika dilakukan lebih serius, usaha ini akan memberikan keuntungan yang menjanjikan.

Untuk memulai usaha pembibitan, Anda harus menyediakan kandang yang terdiri atas beberapa bagian, yaitu bagian untuk pejantan 125 cm × 150 cm, induk bunting tua 125 × 100 cm, induk menyusui 300 cm × 150 cm, dan anak kambing 50 cm × 100 cm. Kandang tersebut harus disediakan sarana pendukung seperti pakan, minum, obat, dan vaksin.

Loading...

Gunakan calon induk jantan dan betina yang berkualitas.  Jika berjalan dengan baik, satu induk akan melahirkan sebanyak 2 kali dalam satu tahun. Ketika akan menjual hasil panen, populasi yang dijual sebaiknya hanya 1/3 dari jumlah yang ada, sisanya digunakan untuk produksi selanjutnya.

Kendala yang biasanya dihadapi para peternak adalah keterbatasan sumber pakan, terutama pada saat musim kemarau dan usaha yang dilakukan jauh dari wilayah pertanian. Sebagian peternak ada yang kesulitan menentukan siklus birahi pada induk betina.

Agar usaha berjalan lancar, buatlah kandang selalu dalam kondisi baik. Kandang sebaiknya dibuat panggung dengan bagian kolong di bawahnya. Sebelum digunakan, kandang harus disterilkan terlebih dahulu. Gunakanlah jenis kambing unggulan seperti boer, kacang, kecobong, atau saanen. Rasio perkawinan antara jantan dan betina adalah 1:10.

Baca Juga:  Tengok Cara Pembuatan Kascing ala Pak Rosyid

Induk yang akan melahirkan biasanya ditunjukkan dari gejala gelisah, sering mengembik, kaki sering menggaruk tanah, serta vulvanya terlihat memerah dan bengkak.

Selama proses pemeliharaan, asupan pakan harus dijaga dengan memberikan hijauan yang sudah dilayukan sebanyak 10 persen dan konsentrat 2—3 persen dari bobot kambing. Berikan tambahan vitamin dan mineral.

Kunci sukses dari usaha pembibitan ini adalah mengetahui siklus birahi kambing, yaitu antara 17—21 hari dan rata-rata 19 hari sekali. Selain itu, berikan pakan yang tepat seperti pemberian kolostrum dan susu pada anak kambing.

Loading...
Loading...