Usir Ulat Grayak dengan Gulma Babadotan

Pertanianku — Tanaman babadotan sering dianggap sebagai gulma karena sering tumbuh di antara tanaman utama dan menjadi pesaingnya. Namun, sudah banyak penelitian yang menyebutkan gulma ini sebenarnya menyimpan banyak manfaat, seperti untuk kesehatan dan menjaga tanaman dari serangan hama. Salah satu hama yang bisa ditangani oleh gulma ini adalah ulat grayak Spodoptera litura.

ulat grayak
foto: Pertanianku

Babadotan bisa digunakan untuk menjaga hasil panen tetap organik dan bebas dari serangan ulat grayak yang sering menghantui tanaman sayuran. Tanaman babadotan perlu diolah terlebih dahulu menjadi ramuan fermentasi. Siapkan 10 genggam daun dan batang babadotan untuk diblender hingga lumat, kemudian lumatan tersebut dicampur dengan 4 liter air bersih.

Setelah itu, tambahkan 200 ml biakan mikroba ke dalam larutan. Jenis-jenis mikroba yang mudah didapatkan adalah EM4. Mikroba tersebut memerlukan pakan yang berasal dari 200 ml molase atau tetes tebu. Anda juga bisa mengganti pakan mikroba tersebut dengan 250 gula pasir yang dilarutkan dengan 1 liter air.

Selanjutnya, seluruh bahan diaduk hingga rata dan dibiarkan selama 4–7 hari. Campuran tersebut harus diaduk setiap hari selama proses fermentasi berlangsung. Setelah sepekan biasanya muncul bintik-bintik putih di permukaan ramuan. Hal tersebut mengindikasikan proses fermentasi telah berjalan sempurna. Selain itu, ramuan akan mengeluarkan aroma yang agak asam.

Larutan yang sudah jadi perlu disaring dengan kain kasa agar ampas tidak menyumbat lubang nozel ketika penyemprotan. Selanjutnya, hasil saringan dilarutkan dengan air sebelum diaplikasikan pada tanaman.

Sekitar 10 ml larutan dapat dilarutkan dengan 1 liter air, lalu aduk hingga rata. Formula ini dapat digunakan untuk pencegahan dengan cara disemprotkan selama 4 hari pada seluruh permukaan tanaman. Sementara itu, untuk mengatasi serangan hama, Anda perlu menggunakan dosis 50 ml larutan dan 1 liter air. Aroma yang menyengat dan rasa pahit babadotan mampu mengusir ulat.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Minta Produksi Bahan Pangan Ditingkatkan dan Dipercepat

Ramuan ini mampu mengusir hama karena mengandung zat aktif saponin yang dapat merusak sistem saraf hama. Zat tersebut dapat menyebabkan nafsu makan hama hilang sehingga hama lemas dan akhirnya mati.