Vaksin MR Amankah?


Pertanianku – Guna meningkatkan perhatian untuk melakukan eliminasi campa dan rubella, yang juga merupakan prioritas regional dan global. Di Indonesia Vaksin campak secara rutin diberikan kepada semua anak, dibagi menjadi dua dosis pada 9 bulan dan 18 bulan. Kini vaksin Rubella akan ditambahkan (M menjadi MR) dalam program Imunisasi Nasional. Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melaui saluran nafas yang disebabkan oleh virus.

Anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi Campak dan Rubella atau yang belum pernah mengalami penyakit ini berisiko tinggi tertular. Tidak ada pengobatan untuk penyakit Campak dan Rubella namun penyakit ini dapat dicegah. Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakit Campak dan Rubella. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus.

Masyarakat diimbau agar tidak khawatir tentang keamanan pemberian vaksin MR bagi anak usia 9 bulan dan 15 tahun yang dikampanyekan di bulan Agustus 2017.

Menurut Kepala Divisi Tumbuh Kembang Pedriatik Sosial, Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad), RS Hasan Sadikin, Kusnandi Rusmil, vaksin tersebut memberikan kekebalan terhadap penyakit campak dan Rubella secara cepat.

“Juga memutuskan transmisi virus campak dan Rubella, menurunkan angka kesakitan campak dan Rubella, dan menurunkan angka kejadian Congenital Rubella Syndrome (CRS),” jelas Kusnandi Rusmil dalam keterangan tertulis sebagaimana melansir dari Liputan6 (15/8).

Ia menjelaskan sebagian masyarakat masih menganggap campak sebagai penyakit ringan. Padahal kata Kusnandi, penyakit campak sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan baik.

Lebih lanjut Kusnandi mengatakan, campak dapat berakibat sakit berat yang berujung kematian, gizi buruk, diare berat, infeksi paru, memperberat penyakit TB paru, radang otak dan memicu wabah penyakit jika tidak ditangani dengan baik.

Baca Juga:  Pedagang Beras Pertanyakan Standar Mutu

“Tak hanya campak, penyakit Rubella juga sangat berbahaya karena ditularkan melalui saluran pernapasan pada saat atau bersin dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan yang dikenal sebagai Congenital Rubella Syndrome (CRS),” ujar Kusnandi.

“Pemberian vaksin harus kepada orang dalam kondisi sehat dan harus ditunda bila sedang dalam kondisi deman, batuk pilek atau diare,” ungkap Kusnandi.

loading...
loading...