Varietas Bawang Merah yang Ada di Indonesia

Pertanianku — Bawang merah (Allium cepa cv. Ascalonicum) termasuk tanaman yang mudah dibudidayakan. Ada banyak faktor yang perlu diperhatikan saat ingin membudidayakan bawang merah, mulai dari lokasi, benih, hingga varietas bawang merah yang digunakan.

varietas bawang merah
foto PIxabay

Di Indonesia terdapat beberapa varietas bawang merah yang sudah terkenal. Penamaan varietas tersebut biasanya dicocokkan dengan nama daerah pembudidayaan. Berikut ini beberapa varietas bawang merah yang dapat Anda jumpai.

Maja Cipanas

Varietas Maja Cipanas berasal dari Cipanas, Jawa Barat. Varietas ini mampu beradaptasi dengan baik di dataran rendah ataupun dataran tinggi. Tanaman dapat tumbuh hingga setinggi 34,1 cm dengan jumlah anakan mencapai 6—12 umbi. Umbi bawang merah berwarna merah tua.

Bawang sudah bisa dipanen setelah berumur 60 hari dengan jumlah produksi umbi kering mencapai 10,9 ton/hektare. Varietas Maja Cipanas tahan terhadap penyakit busuk umbi, tetap peka terhadap penyakit busuk ujung daun.

Keling

Varietas bawang merah Keling tumbuh subur di dataran rendah. Tanaman dapat tumbuh setinggi 36,8 cm. Umbi yang dihasilkan berwarna merah muda dan sudah bisa dipanen setelah berumur 70 hari. Jumlah produksi umbi kering varietas ini mencapai 7,4 ton/hektare. Bawang merah Keling peka terhadap penyakit busuk ujung daun dan busuk umbi.

Medan

Bawang merah Medan cocok ditanam di dataran rendah dan tinggi. Tanaman dapat tumbuh mencapai 34,2 cm dan memiliki umbi berwarna merah. Bawang sudah bisa dipanen setelah berumur 70 hari setelah tanam. Bawang merah Medan mampu menghasilkan umbi kering sebanyak 7,4 ton/hektare. Varietas ini terkenal cukup tahan serangan penyakit busuk, tetapi peka terhadap penyakit busuk ujung daun.

Bima Brebes

Bawang merah Bima Brebes cocok ditanam di dataran rendah. Bawang merah sudah bisa dipanen setelah berumur 60 hari dan mampu memproduksi 9,9 ton/hektare umbi kering. Varietas ini tahan terhadap penyakit busuk umbi dan busuk ujung daun.

Baca Juga:  Horenso, Bayam Jepang yang Bernutrisi

Sumenep

Bawang merah Sumenep dapat tumbuh optimal di dataran rendah hingga ketinggian 500 m dpl. Umbi tanaman berwarna merah muda atau kuning pucat dengan garis halus memanjang dari pangkal ke ujung umbi. Tanaman sudah bisa dipanen setelah berumur 70 hari dan mampu menghasilkan 12 ton/hektare umbi kering.

Ampenan

Bawang merah Ampenan berasal dari Bali. Bawang sudah bisa dipanen setelah berumur 60—70 hari dan mampu memproduksi sebanyak 10—12 ton/hektare umbi kering. Bawang merah Ampenan tidak tahan terhadap air yang banyak.