Varietas Cabai yang Digunakan oleh Perusahaan Pengolah Makanan

Pertanianku— Ada beberapa varietas cabai tertentu yang digunakan oleh perusahaan pengolah makanan. Biasanya cabai diolah untuk membuat sambal atau makanan ringan lainnya. Perusahaan makanan biasanya menggunakan sistem inti dan plasma, perusahaan pembenih akan bertindak sebagai inti dan petani cabai bertindak sebagai plasma. Berikut ini deretan varietas cabai yang sering diperuntukkan dalam pengolahan makanan.

Varietas cabai
foto: Pertanianku

Hot Beauty

Hot beauty merupakan varietas hibrida silang tunggal yang tumbuh di dataran rendah hingga sedang dengan ketinggian 0—600 m dpl. Pada musim kemarau, tanaman cabai ini dapat tumbuh hingga setinggi 87—95 cm dan berbunga pada umur 44—50 hari setelah tanam. Cabai bisa dipanen setelah berumur 87—90 hari setelah tanam. Hasil yang akan didapatkan sebesar 16—18 ton per hektare dengan bobot buah per tanaman mencapai 1,05—2,20 kg.

Rasa cabai hot beauty sangat pedas, berwarna merah ketika sudah masak, panjangnya mencapai 11,5—14,1 cm, berdiameter 0,78—0,85 cm, dan berbobot 17—18 gram.

Biola

Biola merupakan varietas cabai hibrida besar yang dapat ditanam pada musim hujan dan musim kemarau. Varietas biola cocok ditanam di dataran rendah hingga sedang dengan ketinggian 0—600 m dpl. Tanaman cabai ini sudah mulai berbunga pada umur 44 hari dan sudah bisa dipanen saat 22 hari setelah berbunga. Potensi tanaman berkisar 20—22 ton per hektare dengan bobot buah per tanaman sebesar 1,25 kg.

Cabai biola memiliki rasa pedas, sesuai dengan karakteristik yang dibutuhkan oleh industri. Buah yang sudah masak berwarna merah cerah.

Jet set

Jet set merupakan varietas cabai hibrida besar yang dapat ditanam di ketinggian 400—1.300 m dpl pada musim hujan. Cabai sudah bisa dipanen saat berumur 82 hari setelah tanam dan berpotensi menghasilkan 14—23 ton per hektare. Buah yang sudah masak berwarna merah dan terasa pedas.

Baca Juga:  Lima Provinsi dan Kabupaten Mendapatkan Penghargaan Produktivitas Padi Tertinggi

Gada

Gada merupakan varietas cabai hibrida yang tumbuh di dataran rendah hingga sedang dengan ketinggian 0—600 m dpl pada musim hujan dan kemarau. Cabai sudah bisa dipanen saat tanaman berumur 90—95 hari setelah tanam dan berpotensi menghasilkan 20—30 ton per hektare. Buah yang dihasilkan pada periode I dan II cenderung seragam dengan rata-rata panjang 17 cm, diameter 1,7 cm, dan bobot 9 gram.

Fantastic

Fantastic merupakan cabai hibrida silang tunggal yang tumbuh di dataran sedang hingga tinggi dengan ketinggian 600—900 m dpl. Cabai fantastic berpotensi menghasilkan 27 ton dengan rata-rata bobot buah per tanaman mencapai 1,5 kg. Buah yang sudah masak berwarna merah dan memiliki rasa pedas.