Varietas Padi Khusus yang Dapat Meningkatkan Produktivitas Lahan Terbatas

Pertanianku— Badan Penelitian dan Pengebangan Pertanian (Balitbangtan) telah melakukan penanaman perdana demplot varietas unggul baru padi khusus spesifik di areal seluas 2 hektare di Kelurahan Situgede.

padi khusus
foto: pertanianku

Varietas padi khusus dan fungsional tersebut adalah varietas Pamera (Padi Merah Aromatik), Pamelen (Padi Merah Pulen), Paketih (Padi Ketan Putih), Arumba, Inpari IR Nutri zinc, Baroma, Tarabas, dan Jeliteng.

Penanaman yang telah dilakukan oleh Balitbangtan di areal yang sangat terbatas ini diharapkan dapat diikuti oleh petani lain dan menghasilkan benih unggul padi khusus untuk memenuhi kebutuhan benihnya.

Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) Dr. Yudi Sastro menyampaikan bahwa diperlukan adanya kolaborasi dari berbagi pihak untuk mempercepat hilirisasi teknologi yang sudah dihasilkan oleh Balitbangtan.

Di tahun ini Balitbangtan sudah berhasil berkolaborasi dengan Komisi IV DPR-RI dalam mendekatkan dan menghadirkan inovasi teknologi padi kepada petani melalui kegiatan Demplot VUB Padi Khusus/Spesifik Lokasi di beberapa wilayah.

“Pada hari ini kita melakukan tanam perdana dan ini merupakan salah satu juga rangkaian kegiatan Badan Litbang Pertanian bekerja sama dengan Komisi IV DPR RI di lapangan di beberapa tempat di seluruh Indonesia, yaitu melakukan tanam perdana varietas padi khusus tersebut kemudian diikuti inovasi budidaya yang baik, kemudian juga ini menjadi demplot yang menjadi percontohan bagi masyarakat dan kedepannya masyarakat sendiri yang akan mengembangkannya,” papar Yudi seperti dilansir dari litbang.pertanian.go.id.

Senada dengan Yudi, anggota Komisi IV DPR RI Dr. Ir. Endang Setyawati Thohari DESS., M.Sc. berharap ke depannya varietas padi khusus ini bisa dikembangkan oleh masyarakat luas sehingga petani dapat mencapai kesejahteraan.

“Jadi saya sangat bangga ini kalau Balai Besar Sukamandi bisa menyediakan benih yang lebih unggul karena benih-benih padi khusus kita diharapkan masyarakat untuk dikembangkan lagi. Nah jadi saya berharap benih yang nantinya kita tanam hari ini bisa mencapai kesejahteraan petani karena padi khusus ini harganya mahal dan pembelinya orang-orang tertentu,” pungkas Endang.

Baca Juga:  KKP Dorong Riset Limbah Pengolahan Rumput Laut