Varietas Semangka Manis Tahan Penyakit

PertaniankuVarietas semangka yang diinginkan konsumen ialah yang memiliki cita rasa manis, mengandung banyak air, dan terlihat menyegarkan. Sementara itu, varietas yang dibutuhkan oleh petani ialah varietas yang disukai konsumen dan tahan terhadap serangan penyakit sehingga proses budidaya dapat berlangsung maksimal. Berikut ini beberapa varietas semangka manis tahan penyakit.

varietas semangka
foto: Pixabay

Campina

Varietas Campina dirilis pada 2004, memiliki rasa manis dan penampilannya menarik. Buah semangka Campina berbentuk bulat dan berwarna hijau segar, daging buahnya berwarna merah ranum. Produktivitas Campina tergolong tinggi, mencapai 70 ton per hektare dan ukuran buah yang dihasilkan cenderung seragam. Bobotnya rata-rata mencapai 12 kg.

Kadar kemanisan semangka Campina sebesar 12 briks. Varietas semangka ini tak hanya manis, tetapi juga tahan penyakit hawar daun Bacterial blight dan Fusarium moniliforme. Semangka Campina dikembangkan oleh PT Seminis.

Naza 367

Naza 367 merupakan varietas semangka tanpa biji yang memiliki rasa manis dan segar. Kadar kemanisan Naza 367 mencapai 14–16 briks dengan bobot rata-rata 8–9 kg per buah. Kelebihan varietas semangka tanpa biji ini adalah tingkat penyerbukan dan pembuahan yang tinggi. Dari 1 hektare lahan dengan populasi 8.000 tanaman, petani bisa mendapatkan 65 ton semangka Naza 367.

Kulit buah semangka Naza 367 berwarna hijau gelap bergaris loreng sehingga terkesan segar meski sudah lama dipetik. Bagian kulitnya keras dan tahan banting.

Sadewa

Bobot semangka Sadewa tergolong kecil bila dibandingkan dengan kedua varietas semangka sebelumnya, bobotnya hanya 7–8 kg. Namun, semangka Sadewa termasuk grade A dengan kadar kemanisan mencapai 12 briks. Semangka Sadewa terkenal kuat karena bisa bertahan selama 20 hari setelah dipanen.

Potenza

Semangka Potenza memiliki produktivitas tinggi. Tiap 1 hektare lahan, petani bisa mendapatkan 85 ton buah dengan bobot rata-rata 12 kg. Kelebihan semangka Potenza adalah dapat ditanam pada lahan-lahan yang kurang subur seperti tanah-tanah podsolik merah kuning di daratan Sumatera dan Kalimantan. Waktu produksi semangka Potenza juga tergolong lebih singkat, yakni hanya 55 hari.

Baca Juga:  Lindungi Tanaman Sengon dari Penyakit dengan Cara Ini