Varietas Tomat yang Sering Ditanam di Indonesia

Pertanianku — Saat memutuskan untuk mulai bertanam tomat, Anda perlu mengenali varietas tomat yang akan ditanam. Pasalnya, tiap varietas tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Untuk budidaya tomat yang dilakukan skala besar, varietas dipilih berdasarkan jumlah permintaan di pasar agar mudah dijual. Berikut ini beberapa varietas tomat yang banyak dijumpai di Indonesia.

varietas tomat
foto: pertanianku

Tomat Intan

Tomat Intan berbentuk seperti apel, saat panen warna buah bervariasi dari jingga hingga merah. Jumlah panen mencapai 25 ton/hektare, bobot per buah sekitar 50—75 gram, dan umur panen sekitar 70—80 hari.

Tomat Ratna

Tomat Ratna yang sudah dipanen berwarna jingga hingga merah. Produktivitas panen varietas ini dapat mencapai 20 ton/hektare dengan bobot per buah sekitar 35—45 gram. Tomat Ratna bisa ditanam di dataran rendah hingga dataran tinggi. Umur panen tomat ini berkisar 70—80 hari.

Tomat Berlian

Varietas tomat Berlian tergolong cepat panen. Buahnya berbentuk oval dan ketika sudah memasuki panen akan berwarna merah hingga jingga. Tomat Berlian hidup di dataran menengah hingga dataran tinggi dengan hasil produksi mencapai 11—23 ton/hektare.

Tomat Mutiara

Tomat Mutiara merupakan hasil persilangan antara tomat dalam negeri dan tomat yang berumur genjah. Bobot buahnya mencapai 75 gram dengan hasil produksi panen mencapai 40 ton/hektare. Permukaan kulit tomat Mutiara licin dan buahnya berbentuk oval. Tomat Mutiara tumbuh subur di dataran rendah hingga dataran tinggi.

Tomat Zamrud

Tomat Zamrud sangat cocok dikonsumsi secara langsung ataupun dijadikan sebagai bumbu masakan. Buah tomat Zamrud berbentuk bulat dan sudah bisa dipanen saat tanaman berumur 59—61 hari. Tanaman ini toleran terhadap penyakit layu bakteri.

Tomat Opal

Tomat Opal berbentuk lonjong dan sering dikonsumsi secara langsung ataupun dijadikan bumbu masakan. Umur panen tomat Opal lebih cepat dari tomat Zamrud, yakni sekitar 58—61 hari setelah tanam. Buah yang sudah dipanen mampu bertahan selama sembilan hari. Produksi tomat Opal bisa mencapai 30—50 ton/hektare. Varietas tomat ini cocok ditanam di dataran rendah.

Baca Juga:  Bambu, Tanaman Penghasil Oksigen yang Kian Menipis