Varietas Unggul Baru Ubi Jalar Berhasil Dongkrak Hasil Panen

Pertanianku— Panen raya ubi jalar di Dusun Krajan, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, meningkat dua kali lipat dari sebelumnya. Varietas yang ditanam di kawasan seluas 10 hektare merupakan varietas unggulan hasil inovasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Varietas ubi jalar yang digunakan adalah Beta 1, Beta 2, Antin 2, dan Antin 3.  Varietas-varietas tersebut mengandung beta karoten dan antosianin yang tinggi. Panen raya ini dihadiri oleh Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si.

varietas ubi jalar
foto: Pixabay

“Saya ucapkan terima kasih kepada Balitbangtan, Kementerian Pertanian, ini adalah berkah bagi petani di Kabupaten Lumajang dan jangan disia-siakan karena ini adalah ilmu yang tak ternilai harganya,” ujar Indah Amperawati seperti dikutip dari laman litbang.pertanian.go.id.

Indah menerangkan, varietas unggul Balitbangtan telah menunjukkan hasilnya. Varietas tersebut mampu meningkatkan produksi dan bebas dari serangan hama, tidak seperti varietas lama yang digunakan oleh petani.

“Kita saksikan bersama bahwa ubi jalar varietas unggul Balitbangtan hasilnya cukup bagus dan produksinya tinggi. Biasanya, petani hanya mendapatkan 20 ton per hektare, kini petani dapat menghasilkan 40 ton ubi jalar dalam satu hektare, berharap dengan adanya kegiatan pengembangan ini dapat meningkatkan wawasan petani ubi jalar dalam berbudidaya ubi jalar yang produksinya tinggi dan terbebas dari hama penyakit,” terang Indah.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Dr. Priatna Sasmita, mengatakan, Riset Pengembangan Inovatif dan Kolaboratif (RPIK) merupakan bagian dari program pemerintah. Program ini berbeda dengan program penelitian umumnya karena disiapkan agar bisa diterapkan oleh petani langsung.

“Riset ini dilakukan secara menyeluruh. Jadi, tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi upaya-upaya meningkatkan nilai tambah dan daya saing karena varietas ubi jalar yang digunakan merupakan pangan fungsional yang memiliki kandungan beta karoten dan antosianin tinggi,” papar Priatna.

Baca Juga:  Penanaman 4 Kali Setahun untuk Genjot Stok Beras di Tengah Perubahan Iklim

Keempat varietas ubi jalar yang dipakai lebih unggul karena B/C ratio mencapai 4,90 dan bisa meningkatkan panen dua kali lipat dibanding teknologi eksisting. VUB Beta 2 dan Antin 3 menggunakan teknologi inovasi perlakuan mulsa plastik. Teknologi tersebut mampu meningkatkan hasil panen yang mengandung beta karoten dan antosianin.

Teknologi mulsa plastik direkomendasikan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil ubi madu ekspor. Teknologi ini bisa memperoleh B/C ratio mencapai 4,11.

Pada kegiatan panen raya tersebut, petani juga ditunjukkan cara penanggulangan hama penyakit seperti penggerek ubi jalar dan penyakit scab. Penyakit tersebut dikendalikan dengan mulsa plastik dan jerami, aplikasi biopestisida BeBas (Beauveria bassiana) dan menggunakan perangkap (trap) berupa seks feromon. Sementara itu, untuk penyakti scab dikendalikan dengan pestisida organik yang terbuat dari bawang merah.