Varietas Vanili Unggul yang Bagus untuk Ditanam

Pertanianku — Vanili atau Vanila planifolia adalah tanaman penghasil bubuk vanili yang sering digunakan sebagai penambah aroma pada makanan. Bubuk vanili tersebut dihasilkan dari buah berbentuk polong. Untuk memperoleh produksi yang lebih tinggi, Anda perlu menggunakan benih vanili unggul yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

vanili unggul
foto: Pixabay

Hingga saat ini sudah ada 3 varietas vanili yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian pada 2008, yakni varietas vanili Alor, Vania 1, dan Vania 2.

Vanili Alor

Vanili Alor sudah dikembangkan di Kabupaten Alor pada lahan budidaya seluas 260 hektare dengan jumlah tanaman sebanyak 132 pohon. Budidaya tersebut dapat memproduksi vanili sebanyak 70,30 ton dan produktivitasnya mencapai 533 kg/hektare.

Benih vanili Alor sudah ditetapkan sebagai benih unggul pada 8 Oktober 2008. Buah polong yang masih basah berwarna hijau tua, sedangkan yang sudah kering berwarna hitam mengilat. Berat polong yang masih basah mencapai 1,90—2,30 kg per 100 polong, sedangkan berat polong kering berkisar 0,38—0,46 gram/100 polong.

Varietas Alor terkenal toleran terhadap penyakit busuk pangkal batang. Saat ini vanili Alor tidak hanya berada di Alor, tetapi juga terdapat di Sumedang (Jawa Barat) dan Minahasa (Sulawesi Utara).

Vanili Vania 1 dan Vania 2

Vania 1 dan Vania 2 merupakan varietas unggul yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian dengan tingkat produksi tinggi dan tahan terhadap penyakit BBV (busuk batang vanili). Namun, Vania 2 telah terbukti lebih tahan terhadap penyakit BBV.

Vania 1 memiliki rata-rata produksi polong basah per tanaman sekitar 1,743—2,252 kg. Rata-rata jumlah tandan per tanaman mencapai 8,333 tandan. Sementara itu, jumlah tandan Vania 2 terbilang lebih rendah, yakni 7,05 tandan.

Kadar vanili Vania 1 dan Vania 2 tidak begitu berbeda. Tiap varietas kadar vanilin sebesar 2,808 persen dan 2,983 persen.

Baca Juga:  Langkah Mudah nan Tepat Merawat Tanaman Bawang Daun di Dalam Pot

Buah vanili sendiri terkenal cukup mahal karena aromanya belum bisa digantikan dengan vanili sintetik. Selain itu, proses penyerbukan vanili membutuhkan tenaga manusia sehingga proses perawatan tanaman terbilang lebih rumit. Suplai buah vanili juga masih terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan banyak permintaan vanili yang belum bisa terpenuhi. Tak heran, tanaman ini mendapatkan julukan sebagai emas hijau.