Vertikultur Dengan Media Tanam Tanah

Pertanianku – Media tanam adalah tempat tumbuhnya tanaman untuk menunjang perakaran. Dari media tanam inilah tanaman menyerap makanan berupa unsur hara melalui akarnya sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Untuk media tanam pada sistem vertikultur sebaiknya kaya unsure hara. Hal itu karena wadah tanamnya relatif terbatas, tetapi jumlah tanamannya banyak. Padahal, tanaman tersebut memerlukan nutrisi secara berkesinambungan. Agar tanaman dapat tumbuh dengan baik unsure hara harus disediakan dengan baik pula. Pada sistem vertikultur, dapat digunakan 2 media tanam, yaitu media tanah dan non-tanah.

Vertikultur Dengan Media Tanam Tanah

Media tanah sudah biasa digunakan untuk tanaman sayur. Dalam mendukung kehidupan tanaman, media tanam memiliki 3 fungsi berikut.

  • Memberikan unsur-unsur mineral, sebagai media pertukaran maupun tempat persediaan unsur hara.
  • Memberikan air dan sebagai reservoir.
  • Sebagai tempat tegak dan bertumpunya tanaman. Memang, tanah digunakan sebagai media tanam utama pada pertanian. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, pengetahuan manusia mengenai tanah sebagai media tanam juga berkembang.

Unsur-unsur kebutuhan tanah untuk kesuburan tanaman sayur pun perlu perlakuan khusus. Sebagai contoh, media tanam tanah bisa dikombinasikan dengan campuran lainnya antara lain pupuk kandang dan sekam. Perbandingan ketiganya yaitu 5 : 3 : 2. Banyak orang yang menggunakan media atau takaran yang berbeda, yang penting media tersebut mampu memberikan kesuburan pada tanaman sayur.

Baca Juga:  Keong Mas, Hama Padi yang Harus Segera Dikendalikan

loading...