Vertikultur, Solusi Bercocok Tanam di Lahan Sempit


Pertanianku — Pernah dengar teknik bertanam vertikultur? Teknik ini memang sangat cocok bagi Anda yang ingin bercocok tanam di lahan sempit. Cara membuatnya pun tidak terlalu sulit. Nama vertikultur ini berasal dari bahasa Inggris, vertical dan culture. Vertical berarti vertikal atau tegak lurus, sedangkan culture berarti budidaya.

bercocok tanam di lahan sempit
Foto: Google Image

Secara mudahnya, vertikultur dapat diartikan sebagai terknik budidaya tanaman secara vertikal di ruang yang sempit. Jadi, kita akan memanfaatkan lahan yang ada untuk bercocok tanam dengan optimal.

Tanaman yang biasanya ditanam dengan teknik ini adalah jenis tanaman semusim, atau yang berumur pendek seperti sayuran selada, selederi, kangkung, kemangi, bayam, sawi, dan berbagai macam sayur lainnya. Bahkan, Anda juga bisa menanam cabai menggunakan teknik vertikultur ini.

Kelebihan vertikultur:

  • Membutuhkan lahan yang sedikit.
  • Hemat air.
  • Media tanam dapat disesuaikan dengan kondisi tempat Anda membuat vertikultur.
  • Umur tanaman relatif pendek.
  • Pemeliharaan tanaman yang ditanam lebih mudah.
  • Dapat dilakukan oleh siapa saja.

Media yang biasa digunakan untuk membuat vertikultur juga bisa bermacam-macam. Ada dua macam yang umum digunakan, yakni pipa paralon dan botol bekas. Berikut ini kita akan belajar bagaimana membuat wadah untuk media tanam vertikultur.

  1. Vertikultur pipa paralon

Siapkan beberapa bahan dan alat untuk membuat media tanam vertikultur seperti gergaji besi, meteran, pemanas (bisa menggunakan hair dryer atau lampu teplok), dan pipa paralon berukuran besar. Selain itu, siapkan pula kayu berbentuk tabung atau bisa juga menggunakan botol minuman ringan, serta tanah serta pupuk kompos atau pupuk kandang.

Setelah semua alat dan bahan sudah siap, sekarang saatnya membuat wadah media tanam yang terbuat dari pipa paralon. Buat gambar pada pipa paralon yang nantinya akan dibuat menjadi luabang. Gergaji gambar yang sudah dibuat tadi. Setelah digergaji, panaskan salah satu sisinya, kemudian tekan ke bagian dalam menggunakan botol saat pipa paralon masih lunak.

Baca Juga:  Petani Bisa Untung Berkali Lipat dengan Pertanian Modern

Buat dudukan dari semen agar media bisa dipindah-pindahkan. Atau, bisa juga Anda tanam pipa paralon di atas tanah secara langsung. Masukkan media tanam yang terdiri atas campuran tanah dan pupuk. Media tanam vertikultur siap digunakan untuk menanam.

  1. Vertikultur botol bekas

Siapkan alat dan bahan seperti botol plastik bekas yang berukuran 1,5 liter, tali tambang, dan gunting atau cutter. Cara membuat wadah media tanam vertikultur botol bekas cukup mudah. Siapkan botol yang akan kita gunakan sebagai pot untuk tanaman. Buat lubang berbentuk persegi panjang dengan lebar sekitar 3 cm. Buat lubang kecil di bagian bawah dengan diameter sekitar 0,5 cm.

Setelah itu, buat lubang untuk menempatkan tali gantungan. Lubang berukuran sekitar 1 cm, lalu masukkan tali dan buat simpul pada ujung tali. Masukkan media tanam ke botol plastik yang sudah disulap menjadi pot. Gantung pot pada tembok yang sudah Anda pilih untuk menanam berbagai tanaman.

Selain menggunakan pipa paralon dan botol bekas, Anda juga bisa membuat media untuk vertikultur dari bambu.