Vertiminaponik, Inovasi Budidaya Pertanian yang Cocok di Lahan Sempit

Pertanianku — Pertanian di lahan sempit semakin tren di kalangan masyarakat kota karena keterbatasan lahan yang dimiliki. Sebenarnya, ada banyak teknik budidaya sayur di perkotaan, mulai dari hidroponik, akuaponik hingga vertiminaponik. Untuk hidroponik, sebagian besar masyarakat awam sudah memahaminya. Namun, untuk vertiminaponik, teknik budidaya ini masih terbilang cukup asing didengar oleh masyarakat awam.

vertiminaponik
foto: Pertanianku

Vertiminaponik merupakan sisem bertanam secara tumpang sari yang dilakukan secara modern memadukan antara tanaman hortikultura dan budidaya ikan yang disusun secara vertikal. Oleh karena itu, teknik bertanam ini diberi nama ‘verti’, sedangkan kata mina berarti ikan dan ponik berarti budidaya.

Dengan memadukan antara budidaya sayuran dan ikan, masyarakat perkotaan dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga secara mandiri tanpa perlu khawatir dengan kondisi yang sedang terjadi di pasar.

Prinsip sistem kerja vertiminaponik bergantung pada aliran air yang terus berjalan dengan menggunakan bantuan pompa akuarium dari bak pemeliharaan ikan sebagai sumber nutrisi untuk tanaman yang berada di atas kolam ikan. Masyarakat bisa membuat instalasi vertiminaponik dari bahan-bahan yang murah.

Sekilas, budidaya vertiminaponik hampir sama dengan budidaya akuaponik yang memadukan antara sayuran dan tanaman. Namun, sebenarnya kedua teknik budidaya tersebut berbeda. Perbedaan yang paling mencolok ialah ukuran dan bentuk. Vertiminaponik dibuat dalam ukuran skala kecil dan berbentuk seperti instalasi hidroponik. Pasalnya, instalasi budidaya ini memang menggabungkana antara hidroponik, vertikultur, dan akuaponik.

Karena ukurannya yang tidak terlalu besar, pengguna tidak akan kesulitan dalam mendapatkan tempat untuk budidaya. Tentu saja hal ini sangat cocok dengan masyarakat perkotaan.

Hasil dari sistem budidaya ini organik, unsur hara tanaman dipenuhi dari air kolam ikan yang mengandung kotoran dan sisa pakan ikan. Tanaman juga tidak boleh diberikan pestisida karena dapat mengganggu kehidupan ikan pada kolam yang terintegrasi dengan instalasi tanaman.

Baca Juga:  Balitbangtan Rilis Smart Soil Sensing Kit, Teknologi 4.0 untuk Deteksi Unsur Hara

Anda juga tidak perlu menyiram tanaman setiap hari karena air akan dipompa untuk mengalir secara terus-menerus membasahi akar tanaman. Salah satu hal menarik lainnya dari instalasi budidaya ini ialah desain yang menarik sehingga berguna menambah nilai estetika di pekarangan rumah.


loading...