Vinegar Air Kelapa, Bahan Pengawet Makanan yang Murah dan Aman

Pertanianku— Produk pangan bergizi lengkap seperti ayam, tahu, dan ikan sangat mudah ditumbuhi oleh mikroba patogen yang dapat membahayakan tubuh manusia. Hal tersebut juga dapat menurunkan kualitas bahan pangan selama masa penyimpanan. Terkait dengan permasalahan tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Litbang Pasca Panen Pertanian (BB Pascapanen) memproduksi vinegar air kelapa.

vinegar air kelapa
foto: Pixabay

Selama ini masih banyak pedagang yang menggunakan formalin untuk mengawetkan bahan pangan karena harganya murah dan mudah didapatkan. Padahal, pengawet ini memiliki efek samping yang dapat merugikan kesehatan konsumen.

Melansir dari laman litbang.pertanian.go.id, vinegar air kelapa merupakan teknologi untuk mengawetkan bahan pangan yang aman dan murah. Teknologi ini mampu menggantikan formalin yang berbahaya bagi kesehatan.

Vinegar air kelapa adalah pengawet alami yang dibuat melalui proses fermentasi. Vinegar diproduksi dengan proses fermentasi sebanyak dua tahap, yaitu fermentasi anaerob dengan starter Saccharomyces cereviceae dan fermentasi aerob menggunakan Acetobacter aceti.

Vinegar juga bisa terbuat dari limbah pertanian lainnya seperti kulit pisang. Teknologi pengolahan yang digunakan tergolong sederhana, ramah lingkungan, dan relatif murah.

Vinegar memiliki kemampuan sebagai antimikroba. Pengawet alami ini mampu menghambat pertumbuhan mikroba pathogen seperti Salmonella thyphymurium, E. coli, S. aureus, dan  Listeria monocytogenes.

Pengawet makanan bisa dibilang menjadi kebutuhan penting. Pasalnya, bahan pangan hasil panen seperti daging ayam pasti tidak bisa langsung disalurkan ke konsumen. Bahan pangan tersebut harus melalui rantai distribusi yang cukup bervariasi. Sementara itu, daya tahan bahan pangan ini hanya dalam hitungan hari.

Selama masa penyimpanan, kualitas bahan pangan akan menurun terus, apalagi bila penyimpanan tidak didukung dengan fasilitas yang memadai. Kualitas bahan pangan sangat memengaruhi nilai jual komoditas sehingga bahan pangan berkualitas rendah akan memiliki nilai jual yang lebih rendah pula.

Baca Juga:  Teknologi Adaptasi dan Mitigasi untuk Menghadapi Perubahan Iklim

Itu sebabnya hingga saat ini masih ada beberapa pedagang nakal menggunakan formalin yang berbahaya agar nilai jual komoditas tidak berkurang karena kualitasnya menurun di masa penyimpanan dan distribusi.