Wadah yang Cocok sebagai Tempat Penetasan Telur Patin

Pertanianku— Ada banyak fasilitas yang perlu Anda persiapkan saat ingin memijahkan ikan patin, mulai dari induk jantan dan betina yang bagus hingga wadah untuk menampung telur ikan patin yang akan ditetaskan. Wadah yang dapat digunakan adalah akuarium atau kolam fiberglass.

telur ikan patin
foto: https://bppisukamandi.kkp.go.id/

Sebelum melakukan penetasan telur, semua peralatan dan wadah penetasan harus disiapkan terlebih dahulu. Setelah dicuci dan disanitasi, seluruh permukaan akuarium atau bak fiberglass dicuci dan digosok, terutama bagian dasarnya menggunakan spon atau busa dan dibilas dengan air bersih.

Selanjutnya, akuarium atau bak fiberglass yang telah dibersihkan dikeringkan terlebih dahulu selama 1–2 hari. Setelah semua peralatan dan wadah siap, akuarium bisa diisi dengan air bersih dan jernih setinggi 30 cm, sedangkan untuk bak fiberglass diisi air setinggi 40–60 cm.

Anda dapat menambahkan methylene blue untuk mencegah tumbuhnya jamur atau bakteri di dalam kolam. Dosis methylene blue yang digunakan harus disesuaikan dengan aturan yang tercantum pada label kemasan. Selama 1–2 hari sebelum telur dimasukkan atau ditebar, air di wadah penetasan diaerasi terlebih dahulu guna menetralisir gas beracun.

Sumber air yang digunakan untuk media di dalam wadah penetasan bisa berasal dari sumur pompa atau sumur bor yang sebelumnya telah ditampung di bak tandon. Bila Anda menggunakan bak fiberglass, sebaiknya tambahkan hapa untuk tempat pelekatan telur.

Persiapan selanjutnya adalah pemasangan instalasi penetasan. Agar proses penetasan telur lebih sempurna, sebaiknya wadah penetasan dipasangi blower atau aerator untuk menyuplai oksigen terlarut. Tekanan aerasi diatur sedemikian rupa agar tidak terlalu kencang sehingga telur tidak mudah teraduk.

Untuk mengurangi goncangan akibat gelembung air yang terlalu besar, pada ujung selang aerator diberikan sebuah batu aerasi. Aerasi dihidupkan selama penetasan telur berlangsung Sementara itu, usaha untuk menjaga suhu ruangan dan suhu air tetap stabil pada suhu 28–30° C adalah dengan memasang alat pemanas air otomatis (heater) atau kompor dan lampu listrik serta mengurangi ventilasi udara ruangan penetasan.

Baca Juga:  Pakan Alami yang Cocok untuk Ikan Diskus