Wafer Menjadi Alternatif Pakan Kambing


Pertanianku – Wafer diolah dari bahan baku menggunakan leguminosa pohon Indigofera sp sebagai sumber protein dan dicampur dengan pelepah sawit sebagai sumber energi dan serat, serta molases sebagai media energi fermentasi. Produk pakan wafer yang disediakan sesuai dengan formulasi pakan yang sudah ditentukan. Produk pakan wafer ini diberikan kepada ternak kambing boerka jantan yang sedang tumbuh sebanyak 20 ekor selama 12 minggu.

Wafer Menjadi Alternatif Pakan Kambing

Hasilnya menunjukan, bahwa semakin tinggi level indigofera pada susunan pakan produk wafernya akan semakin meningkat kandungan protein di dalamnya, karena indigofera merupakan bahan baku yang memiliki kandungan protein tinggi (27%), sebaliknya semakin meningkat level pelepah sawit pada susunan pakan, maka wafer tersebut akan semakin rendah proteinnya.

Konsumsi pakan semakin menurun dikarenakan meningkatnya produksi pelepah sawit yang diberikan kepada kambing. Konsumsi pelepah dalam wafer sebesar 362,30g/ekor per hari, atau dengan kandungan serat pelepah sawit pada sebesar 45%, pada tingkat ini menunjukkan kebutuhan serat sudah mencapai ambang batas. Proses pencernaan serat pelepah sawit membutukan waktu yang cukup lama untuk dicerna oleh microorganisme dalam pencernaan ternak kambing, sehingga penggunaan serat pelapah diatas 45% akan menurunkan kecernaan dan konsumsi.

Disarankan untuk penggunaan pelepah sawit dalam jumlah yang cukup tinggi sebelum diberikan kepada ternak diperlukan proses fermentasi, agar komponen serat dapat lebih mudah dicernakan oleh ternak. Sebaliknya penggunaan indigofera dalam bentuk halus setelah digiling dalam wafer menunjukkan peningkatan konsumsi yang lebih baik dibanding bila diberikan dalam bentuk normal tanpa pengolahan.

Baca Juga:  Nugget Pisang, Inovasi Makanan Kekinian Generasi Millenial
loading...
loading...