Wafer Pakan Ternak Ruminansia, Begini Cara Membuatnya!

Pertanianku — Pada usaha peternakan, pakan menjadi salah satu faktor yang sangat penting dalam memengaruhi keberhasilan usaha tersebut. Akan tetapi, ketersediaan pakan semakin lama semakin terbatas karena produksi pakan hijauan semakin menurun. Karena itu, pemanfaatan limbah pertanian yang dijadikan wafer pakan ternak ruminasia sebagai alternatif dapat menjadi solusinya.

wafer pakan ternak ruminasia
Foto: Google Image

Keuntungan membuat wafer, menurut Basymeleh (2009) adalah kualitas nutrisi lengkap atau komplit, mempunyai bahan baku tidak hanya dari pakan hijauan seperti legum dan rumput. Selain itu, pakan wafer juga tidak mudah rusak oleh faktor biologis karena mempunyai kadar air kurang dari 14 persen. Memudahkan dalam penanganan karena bentuknya padat kompak sehingga memudahkan dalam penyimpanan dan transportasi.

Alat dan bahan

  • Ember plastik/wadah pencampuran ransum atau bahan
  • Timbangan analitik
  • Mesin giling
  • Mesin kempa wafer (suhu 150°C, tekanan 200kg/cm2 selama 20 menit)
  • Air 100—200 ml
  • Dedak padi
  • Dedak jagung
  • Ampas tahu
  • Tepung mahkota nanas/bahan lainnya
  • Molases

Cara membuat

Bahan yang belum kering, dikeringkan terlebih dahulu dengan cara dijemur sampai kadar air mencapai 14 persen. Setelah itu, bahan digrinding (giling) hingga halus dan menjadi tepung, terutamanya mahkota nanas. Kemudian, dilakukan penimbangan sesuai tabel dan susunan ransum yang sudah ditentukan di atas.

Lakukan pencampuran semua bahan hingga menjadi homogen atau tercampur secara merata. Masukkan bahan yang sudah dicampur ke mesin kempa wafer, dan diamkan selama 15—20 menit. Setelah itu, angkat dan dinginkan. Kemudian jemur wafer hingga kering dan simpan di tempat yang tidak lembap.

Baca Juga:  Harga Daging Sapi Tembus Rp150 per Kilogram
Loading...