Wajib Tahu, Faktor Internal Pertumbuhan Tanaman

Pertanianku Pertumbuhan tanaman adalah sebuah proses berkembangnya organisme individu, dalam hal ini tanaman secara alami. Pertumbuhan pada tanaman sendiri terjadi berdasarkan siklus musiman atau harian, tergantung jenisnya.

Pertumbuhan tanaman
Foto: Pixabay

Nah, berikut ini beberapa faktor internal yang memengaruhi pertumbuhan tanaman.

  1. Gen

Gen membawa kode genetik dalam bentuk basa nitrogen DNA dan RNA. Gen memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan karena tanpa gen, akan mustahil bagi sel untuk beraktivitas.

Gen sendiri adalah substansi pembawa sifat dari induk ke generasi penerusnya. Genetik bisa menentukan ciri dan sifat makhluk hidup. Pada tumbuhan, gen akan memengaruhi tinggi tumbuhan, warna bunga yang muncul, atau rasa dan ukuran buah. Bisa juga menentukan ketahanan terhadap hama, lama panen, kualitas hasil produksi, ukuran fisiologis, dan lain sebagainya.

  1. Hormon

Hormon adalah zat yang berperan mengendalikan berbagai fungsi tubuh. Meski jumlahnya sedikit, hormon dapat berpengaruh krusial dalam mengatur berbagai proses tumbuh kembang tumbuhan.

Hormon sendiri adalah senyawa kimia yang diproduksi dalam kadar kecil, yang secara keseluruhan akan memengaruhi sel atau organ dari tumbuhan. Pada tumbuhan sendiri ada beberapa hormon yang diproduksi, yakni auksin, giberelin, sitokinin, absisat, dan gas etilen.

Masing-masing hormon memiliki tugas khusus. Akan tetapi, hormon ini juga bisa bekerja bersama hormon lain untuk melakukan proses pertumbuhan tanaman. Misalnya, giberelin dan sitokinin bisa menstimulasi pembentukan biji, namun memengaruhi juga pertumbuhan di area tumbuhan lain, sehingga jumlah, massa, dan volume dari sel tetap bertumbuh.

  1. Enzim

Enzim pada tumbuhan adalah senyawa kimia yang berbentuk protein, dan didapat melalui proses sintesa protein dari sel. Enzim sendiri merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Ini karena enzim memiliki fungsi spesifik. Beberapa jenis enzim akan berpengaruh terhadap reaksi metabolisme dan biokimia pada tanaman.

Baca Juga:  Ternyata Ini Sebabnya Kenapa Pertanian Jepang Sangat Maju

Enzim itu terdiri atas apoenzim dan rangkaian gugus prostetik. Apoenzim merupakan bagian dari enzim yang tersusun dari protein. Gugus prostetik sendiri adalah bagian enzim yang tidak tersusun atas protein. Gugus prostetik bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu koenzim (tersusun atas bahan organik) dan kofaktor (tersusun atas bahan anorganik).

Enzim berperan secara spesifik dalam menentukan reaksi mana yang akan terjadi. Ribuan reaksi dapat terjadi, tanpa menghasilkan produk sampingan yang beracun untuk tanaman itu sendiri.

Loading...