Wajib Tahu! Mitos Soal Bahaya Konsumsi Kedelai


Pertanianku — Apakah Anda sudah tahu mitos soal bahaya konsumsi kedelai? Saat ini, manfaat kedelai masih menjadi kontroversi. Sejumlah pihak mengatakan kedelai baik untuk kesehatan, namun ada pula yang mengatakan makanan ini tidak baik bahkan beracun.

mitos soal bahaya konsumsi kedelai

Kedelai banyak diolah menjadi makanan dan minuman, mulai dari susu kedelai, miso hingga tempe dan tahu. Makanan berbasis kedelai tidak lagi hanya merupakan makanan andalan diet masyarakat Asia, tapi juga menjadi makanan pokok di supermarket di seluruh dunia.

Kacang kedelai telah lama dianggap sebagai bagian penting dari diet vegetarian dan khususnya para vegan yang digunakan untuk menciptakan alternatif daging dan susu. Akan tetapi, justru itu yang menjadi kontroversi. Seperti kebanyakan makanan, tidak ada jawaban yang jelas tentang apakah kedelai 100 persen sehat atau tidak sehat?

Untuk membantu meredakan kebingungan, ahli gizi Harley Street, Rhiannon Lambert, telah memecahkan beberapa mitos terbesar seputar kedelai. Hal pertama yang harus diketahui adalah bahwa kedelai merupakan sumber protein yang baik.

“Kacang kedelai adalah apa yang dikenal sebagai protein lengkap,” tulis penulis Re-nourish di Instagram seperti dilansir dari laman Independent, Selasa (29/5/2018).

Ia menjelaskan, tidak seperti kebanyakan protein nabati. Kedelai mengandung semua asam amino esensial yang harus diperoleh dari makanan karena tidak dapat dibuat oleh tubuh. “Secangkir kacang kedelai yang dimasak mengandung sekitar 22 gram protein, hampir sama dengan porsi steak,” ujarnya.

Lambert juga membahas mitos bahwa laki-laki tidak boleh makan kedelai karena memicu tumbuhnya payudara. Mitos tersebut dikatakannya sama sekali tidak benar. Kedelai mengandung nol estrogen dan ada nol bukti kedelai mengganggu perkembangan seksual atau mengurangi tingkat testosteron pria.

Baca Juga:  Bahaya! Jangan Mencuci Ikan Sebelum Dimasak

Bahkan, kacang kedelai mengandung fitoestrogen, yang telah ditemukan dapat membantu menghalangi efek samping kelebihan estrogen dalam tubuh dan membantu menyeimbangkan kadar estrogen dan progesteron. Fitoestrogen adalah hormon tanaman yang juga ditemukan dalam biji kopi, apel, oat, lentil, beras, wortel, dan bir.

“Bahkan, senyawa-senyawa dalam kedelai adalah anti-oksidan kuat dengan penelitian yang menunjukkan efek positif dalam melindungi terhadap penyakit,” jelas Lambert.

Rumor lain yang beredar, yakni kedelai dapat menyebabkan kanker. Kebingungan tentang apakah kedelai baik atau buruk untuk risiko kanker adalah karena senyawa kedelai dapat meniru estrogen dalam tubuh dan beberapa kanker tumbuh di hadapan estrogen.

“Namun, di Asia timur di mana kedelai dikonsumsi paling banyak, secara komparatif berbicara pada tingkat populasi dengan AS, mereka memiliki lebih sedikit kanker payudara, kanker prostat dan penyakit kardiovaskular, dan lebih sedikit fraktur tulang,” ungkap Lambert.

Pada dasarnya, untuk setiap studi yang menunjukkan gangguan dari kedelai atau gangguan hormonal, ada juga penelitian yang menunjukkan manfaatnya.