Waktu Tanam yang Baik untuk Menanam Kedelai

Pertanianku — Waktu tanam untuk menanam kedelai akan memengaruhi produksi tanaman. Produksi tanaman kedelai akan menurun apabila ditanam di luar waktu tanam yang optimal. Penurunan hasil produksi tersebut berkaitan dengan kondisi kelembapan tanah atau curah hujan, suhu, panjang hari, serta perkembangan hama dan penyakit.

menanam kedelai
foto; Pixabay

Benih kedelai yang ditanam di lahan bisa berkecambah optimal lebih dari 95 persen jika kondisi kelembapan tanah sebesar 45—55 persen. Kondisi optimal bisa dicapai sekitar 4—9 hari setelah dipanen.

Waktu menanam kedelai yang optimal adalah dua hari setelah panen padi. Namun, faktor-faktor seperti kelebihan air serta keterbatasan waktu dan tenaga kerja membuat petani lebih sering menanam kedelai pada musim tanam kedelai MK (musim kemarau) I, yakni pada periode Maret hingga Mei dengan cara disebar.

Hal tersebut justru menyebabkan pemborosan biaya karena jumlah benih yang digunakan dengan tanam sebar mencapai dua kali lipat. Sementara itu, hasil yang didapatkan tidak jauh berbeda dengan kedelai yang ditanam secara tugal dengan jumlah benih yang normal.

Pada lahan sawah, pengolahan tanah untuk tanaman kedelai sesudah padi terbilang sulit dilakukan, tidak efisien, dan tidak meningkatkan hasil. Namun, Anda perlu membuat atau memperbaiki saluran drainase, terutama untuk MK I. Pada MK I saluran drainase berfungsi sebagai saluran pemutus atau pembuang kelebihan air, sedangkan pada MK II saluran berfungsi untuk pemerataan air pengairan.

Hal lain yang perlu Anda lakukan saat penyiapan lahan adalah pemanfaatan jerami sebagai mulsa. Jerami tersebut dihamparkan secara merata pada permukaan lahan untuk meningkatkan hasil kedelai sekitar 30 persen. Selain itu, mulsa jerami juga berfungsi menurunkan pertumbuhan gulma, mencegah serangan lalat batang, dan mengurangi laju evapotranspirasi.

Baca Juga:  Menelisik Penyebab Pertumbuhan Tanaman Tomat yang Tidak Seragam

Selain waktu, Anda juga perlu memerhatikan pola tanam yang digunakan. Pasalnya, pola tanam memegang peranan penting, terlebih jika penanaman dilakukan pada lahan pertanian yang sempit atau terbatas.

Di lahan sawah irigasi teknis, pola tanam yang paling dominan dilakukan adalah padi-padi-kedelai, di lahan sawah semiteknis adalah padi-kedelai-palawija lain atau padi-kedelai-kedelai, sedangkan di lahan sawah tadah hujan adalah kedelai-padi-jagung atau padi-kedelai-beri. Sementara itu, penanaman di lahan kering umumnya menggunakan pola tanam padi-ubi kayu-kedelai.