Waktu yang Tepat untuk Menanam Bibit Pepaya

Pertanianku — Penanaman bibit pepaya dapat turut serta menentukan keberhasilan dari suatu budidaya, termasuk budidaya pepaya unggul. Oleh karena itu, penanaman tidak bisa dilakukan sembarangan. Penanaman bibit pepaya harus dilakukan pada waktu dan cara yang tepat agar bibit dapat tumbuh optimal.

bibit pepaya
foto: Pixabay

Kondisi iklim di suatu lokasi memiliki perbedaan. Oleh karena itu, waktu penanaman suatu lokasi tidak bisa disamakan dengan lokasi lain. Waktu penanaman yang tepat tentunya dapat menjamin pertumbuhan bibit menjadi lebih optimal.

Benih pepaya yang sudah disemai akan muncul setelah dua minggu. Bibit baru bisa dipindahkan ke lapangan setelah berumur 30—40 hari setelah disemai atau setelah memiliki 2—3 pasangan daun sejati dengan tinggi tanaman 10—20 cm.

Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Bedengan yang akan digunakan harus disiram air terlebih dahulu hingga basah.

Untuk menentukan waktu penanaman yang tepat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, di antaranya rata-rata curah hujan bulanan untuk mengetahui bulan basah di daerah tersebut. Setelah menentukan bulan basah, lakukan pengolahan pada awal bulan basah. Selanjutnya, penanaman sudah bisa dilakukan setelah pengolahan lahan usai dilakukan.

Proses penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, jangan lakukan penanaman pada sang hari karena bisa menyebabkan tanaman layu. Selain itu, proses pemindahan bibit dari media semai harus dilakukan secara hati-hati agar media tanam pada bibit tetap kompak atau padat.

Bibit ditanam ke dalam lubang tanam hingga sedalam leher akar (pangkal batang bibit), kemudian timbun dengan tanah galian. Usahakan posisi bibit dalam keadaan tegak setelah ditanam.

Setelah selesai proses penanaman, siram bibit hingga basah tetapi jangan sampai tergenang. Penyiraman berguna untuk mencegah tanaman dari kelayuan.

Baca Juga:  Langkah Tepat Memelihara Tanaman Tomat dari Serangan Hama dan Penyakit

Setelah proses penanaman bibit selesai, bibit tersebut harus dirawat secara teratur. Perawatan tersebut meliputi pengairan, pemupukan, seleksi tanaman, sanitasi kebun, penjarangan buah, pembungkusan buah, serta pengendalian hama dan penyakit. Pemeliharaan tersebut harus dilakukan hingga masa panen tiba.