Waktu yang Tepat untuk Pemupukan

Pertanianku — Seringkali banyak orang yang masih bingung dalam menentukan waktu yang tepat untuk pemupukan. Efektivitas pemupukan memang sangat bergantung pada waktu pemberian yang dilakukan. Pemberian pupuk yang salah dapat menyebabkan pemborosan karena pupuk tersebut terbuang percuma atau tidak dibutuhkan oleh tanaman.

pemupukan
foto: Pertanianku

Pada dasarnya ada dua faktor untuk menentukan waktu pemupukan yang tepat. Faktor tersebut adalah kondisi cuaca dan fase pertumbuhan tanaman.

Kondisi cuaca

Kondisi cuaca yang tengah berlangsung sangat menentukan keberhasilan pengaplikasian pupuk. Pupuk akar yang diberikan ketika akan hujan dapat menyebabkan pupuk terbawa oleh aliran hujan, baik akibat aliran permukaan maupun aliran air di dalam tanah. Sementara itu, pupuk daun yang diberikan menjelang hujan akan hanyut terbawa oleh air hujan yang turun sebelum sempat diserap oleh tanah.

Anda tidak boleh memberikan pupuk berkali-kali saat hujan, baik itu pupuk akar maupun pupuk daun. Oleh karena itu, Anda perlu menghindari waktu pemberian sebelum hujan.

Aplikasi pupuk juga tidak boleh dilakukan ketika intensitas cahaya matahari sedang tinggi. Pupuk akar seperti urea yang diberikan saat suhu sedang tinggi akan cepat menguap sebelum sempat diserap oleh tanaman.

Begitu pun dengan pupuk yang diberikan melalui daun. Larutan pupuk daun tersebut akan menguap ketika matahari sedang terik. Selain itu, pada saat yang bersamaan mulut daun juga sedang menutup sehingga besar kemungkinan pupuk tersebut belum terserap oleh tanaman.

Oleh karena itu, pemupukan sebaiknya dilakukan sebelum pukul 09:00 atau sesudah pukul 15:00. Berbeda dengan tanaman yang berada di bawah naungan yang terlindung dari sinar matahari atau tanaman yang berada di dataran tinggi dengan sinar matahari yang tidak begitu terik, tanaman dapat diberikan pemupukan kapan saja.

Baca Juga:  Media Tumbuh yang Tepat untuk Budidaya Jamur Merang

Kondisi fase tanaman

Pertumbuhan pada tanaman terbagi menjadi dua fase, yaitu fase vegetatif dan generatif. Pada fase vegetatif, tanaman sedang membentuk daun dan pucuk-pucuk muda. Sementara itu, pada fase generatif, tanaman sedang membentuk bunga, buah, dan umbi. Oleh karena itu, setiap fase memiliki kebutuhan unsur hara yang berbeda-beda.

Pemupukan yang tidak dilakukan sesuai dengan fase malah akan menyebabkan pemborosan dan terkadang dapat meracuni tanaman sehingga pertumbuhannya jelek. Pasalnya, nutrisi yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan yang sedang dibutuhkan pada fase tersebut.