Warga Melbourne Menanam Sendiri Makanannya


Pertanianku — Bagi banyak orang, kebun yang menghasilkan makanan di halaman belakang adalah bagian penting dari mimpi warga Australia. Akan tetapi, warga Melbourne menanam sendiri makanannya.

warga Melbourne menanam sendiri makanannya
Foto: Google Image

Tapi, siapakah petani urban ini? Berapa jumlahnya dan apa yang mereka tanam? Inilah pertanyaan yang ingin dijawab program Curious Melbournian, di ABC.

Institut Australian melakukan penelitian pada 2014 dan menemukan fakta bahwa di seluruh Australia ada 52 persen rumah tangga yang melaporkan bahwa setidaknya mereka menanam sebagian makanan mereka sendiri di halaman belakang.

Di negara bagian Victoria ini, angka tersebut meningkat menjadi 57 persen, jauh lebih tinggi daripada di Queensland dan New South Wales. Para peneliti menghubungkan hal ini dengan iklim sedang di negara bagian selatan yang lebih sesuai untuk menumbuhkan jenis tanaman yang dikonsumsi, bukan buah tropis mewah.

Jadi, jika jumlah rumah tangga di Melbourne sekitar 1,57 juta (menurut sensus 2016), maka jumlah rumah tangga yang menanam beberapa makanan mereka sendiri sekitar 897 ribu orang.

Jumlah bahan makanan yang dihasilkan di kebun belakang rumah warga Melbourne itu sangat bervariasi. Di antaranya beberapa tanaman bumbu seperti tomat hingga buah dan sayuran dalam jumlah yang hampir komersil.

Sebuah studi sedang berlangsung di Universitas Melbourne untuk menghasilkan kumpulan data yang lebih luas tentang siapa saja yang menanam apa dan berapa banyak jumlahnya. Selain warga yang sudah menanam makanan mereka sendiri, studi di Institut Australian menemukan 13 persen orang lainnya berniat untuk memulai kegiatan itu dalam 12 bulan ke depan.

Para peneliti mengatakan, itu menunjukkan bahwa lebih dari dua pertiga populasi setidaknya tertarik pada produksi makanan di halaman belakang rumah sendiri.

Baca Juga:  Cara Mudah Budidaya Tanaman Kacang Koro Bagi Pemula

Kemudian timbul pertanyaan lain, mengapa mereka menanam makanan?

Warga Melbourne seringkali menjadi bahan lelucon mengenai cuaca, namun iklim di Victoria memungkinkan para tukang kebun menanam apa pun, tergantung musimnya. Sebuah studi RMIT mengungkapkan bahwa selama beberapa bulan ada 15 kebun halaman belakang yang menghasilkan 101 produk berbeda yang bisa dimakan, mulai dari telur puyuh hingga gooseberry.

Kebun itu menghasilkan rata-rata 8—10 kilogram hasil panen setiap bulannya. Bahkan, dari sampel kecil, para peneliti mengidentifikasi berbagai macam hasil yang menunjukkan bahwa warga Melbourne bersedia memiliki lahan kecil untuk ditanami apa saja.