Warga Pengadegan Jakarta Ramai Menanam Sayur Saat Kabar Virus Corona

Pertanianku — Setelah diumumkan kasus virus corona pertama di Indonesia, masyarakat langsung khawatir dan melakukan hal yang kurang tepat, yakni memburu sembako, masker, dan handsanitizer. Mereka yang memiliki uang langsung berbondong-bondong membeli seluruh persediaan tanpa memikirkan jangka panjang. Tentu saja hal tersebut kurang bijak.

virus corona
foto: instagram @pkkjakarta

Sebenarnya, wajar jika Anda merasa takut ketika kabar virus corona sudah ditemukan di Indonesia. Namun, sangat tidak disarankan untuk khawatir berlebih dengan menimbun sembako dan beberapa perlengkapan medis lainnya untuk diri sendiri. Ada banyak orang yang juga membutuhkan sembako tersebut. Jika sudah habis diborong, kestabilan harga pasar akan terganggu.

Kondisi tersebut akhirnya membuat sebagian besar tokoh publik di Indonesia angkat bicara mengenai bagaimana seharusnya masyarakat menyikapi kondisi tersebut. Masyarakat harus lebih bijak mengambil keputusan yang tepat. Perbanyak baca referensi bagaimana caranya mencegah penularan yang benar agar tidak termakan hoaks.

Loading...

Sejak diumumkannya kasus pertama dan kedua, warga di Kelurahan Pengadegan Jakarta Selatan justru melakukan hal yang berbeda. Warga di Gang C dan Gang F tidak langsung berburu aneka sembako untuk disimpan di rumah. Mereka mengajak warga lain, khususnya ibu-ibu untuk menanam sayur mayur sendiri di pekarangan rumah.

Hal ini sangat berguna untuk membantu ketahanan pangan keluarga dengan menghasilkan bahan pangan sendiri. Gerakan tersebut di-posting oleh akun Instagram @pkkjakarta yang merupakan akun dari tim penggerak PKK di Kota Jakarta. Aksi tersebut sontak menuai pujian warganet di tengah maraknya berita virus corona.

Tindakan menimbun sembako sebenarnya kurang tepat. Bahan-bahan sembako dapat membusuk dengan seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, menghasilkan sendiri bahan pangan berupa sayur mayur menjadi salah satu alternatif yang bisa dipilih oleh masyarakat untuk menghasilkan sendiri bahan pangan berkualitas.

Baca Juga:  Potensi, Produksi, dan Prospek Rumput Laut di Indonesia

Meskipun gerakan ini dilakukan pada lahan yang terbatas, para warga tetap antusias mendukung program Hatinya (Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman). Program penanaman sayur tersebut mengadopsi teknik urban farming yang sedang menjadi tren hidup bagi sebagian orang di  negara-negara luar. Para warga memanfaatkan pekarangan yang sempit untuk menempatkan instalasi hidroponik.

Dalam instalasi tersebut, mereka menanam berbagai macam tanaman buah dan sayur yang bisa dikonsumsi langsung oleh warga. Tentunya gerakan ini memiliki banyak manfaat dan bisa menjadi contoh yang baik.

 

Loading...
Loading...