Waspada 5 Jenis Penyakit Sapi Ini Saat Musim Hujan

Pertanianku — Di kala musim hujan, peternak sapi harus lebih waspada. Pasalnya, perubahan temperatur dari panas dan suhu tinggi saat musim kemarau berganti dengan suhu rendah saat musim hujan. Dengan kondisi seperti itu, ada beberapa jenis penyakit sapi yang bisa menyerang ternak Anda. Nah, berikut ini beberapa contoh penyakit sapi yang harus diwaspadai.

jenis penyakit sapi
Foto: Pixabay

1. Sapi lamenes/pincang

Sapi yang dipelihara dalam sistem kandang lepas atau kandang koloni sangat rentan terkena lamenes atau pincang saat musim hujan. Karena kandang yang becek dan licin, akan membuat sapi mudah terpeleset atau jatuh, akhirnya bisa menyebabkan pincang. Kondisi ini akan semakin parah jika kebersihan kandang tidak dirawat dengan baik.

Loading...

2. Sapi demam

Saat musim hujan, waspadai juga timbulnya demam pada sapi akibat perubahan cuaca menjadi rendah. Saat cuaca bersuhu rendah jika kondisi sapi lemah karena kekurangan zat-zat gizi tertentu pada makanannya, akan mudah terserang demam.

3. Sapi kembung dan diare

Musim hujan juga bisa mengakibatkan kondisi hijauan pakan ternak yang selalu basah akibat terkena air hujan. Hijauan yang cenderung basah apalagi jika kondisi hijauan masih muda, sangat mudah mengakibatkan kembung pada ternak sapi. Di samping kembung atau bloat, ternak juga bisa mengalami diare.

4. Cacingan

Cacingan juga perlu diwaspadai pada musim hujan karena cacingan meskipun  tidak berbahaya atau tidak mematikan, tetapi jika tidak ditangani secara benar akan menyebabkan kerugian yang tidak sedikit bahkan pada kondisi yang parah juga akan bisa mengakibatkan kematian pada ternak.

5. Serangan lalat

Musim hujan juga identik dengan banyaknya lalat di kandang. Oleh karena itu, waspadai penyakit sapi yang biasa disebarkan oleh lalat. Lalat juga bisa mengakibatkan infeksi parah pada sapi yang sedang terluka karena lalat akan bertelur pada luka tersebut sehingga bisa menyebabkan borok. Sanitasi dan kebersihan kandang merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan populasi lalat.

Baca Juga:  Begini Siklus Hidup Burung Walet yang Wajib Anda Ketahui
Loading...
Loading...