Waspada Aflatoksin pada Jagung Pakan Itik

Pertanianku — Kualitas bahan pakan yang diberikan merupakan salah satu hal penting yang perlu Anda berikan. Pasalnya, kualitas tersebut dapat terus berkurang selama masa penyimpanan. Biji-bijian pakan itik dapat disimpan dalam periode yang lebih lama asal teknik penyimpanan yang dilakukan benar. Apabila teknik penyimpanan kurang tepat, kemungkinan besar kualitas pakan menurun, bahkan pakan jagung bisa mengandung aflatoksin.

aflatoksin
foto: pertanianku

Aflatoksin merupakan senyawa racun atau mikotoksin yang diproduksi oleh jamur mikroskopik. Beberapa jamur yang berperan menghasilkan senyawa racun ini adalah Aspergillus flavus dan Aspergillus parasiticus.

Racun aflatoksin dapat memicu kanker dan bersifat karsinogenik dan berbahaya untuk tubuh. Racun ini dapat menyebabkan penyakit yang disebut dengan nama aflatoksikosis.

Racun ini sering muncul pada biji jagung yang disimpan tanpa pengeringan. Jamur sangat menyukai kondisi lingkungan dengan suhu antara 26–27°C dan kelembapan relatif 85 persen.

Itik yang tetap memakan biji-bijian yang mengandung aflatoksin akan menunjukkan gejala berupa terkantuk-kantuk, depresi, pucat, produksi telur menurun, dan laju pertumbuhan terhambat. Apabila itik peliharaan Anda telah menunjukkan gejala-gejala tersebut, kemungkinan itik sudah terserang aflatoksikosis.

Aflatoksin tak hanya berbahaya bagi itik, tetapi juga pada manusia. Senyawa ini mungkin saja bisa terhirup, bahkan tertelan. Oleh karena itu, sebaiknya, selalu gunakan masker ketika sedang berada di gudang pakan.

Umumnya, bahan pakan yang sudah Anda beli bisa disimpan selama dua minggu. Bahkan, bahan pakan seperti biji-bijian dapat disimpan lebih lama.

Penyimpanan pakan perlu dilakukan sesuai dengan jenis dan jumlahnya. Misalnya, jagung kuning tersendiri, dedak tersendiri, dan seterusnya. Sementara itu, untuk obat-obatan atau bahan pelengkap sebaiknya disimpan di dalam lemari. Untuk bahan pakan yang mudah rusak seperti bungkil sebaiknya dipisah dari bahan pakan lain.

Anda harus memastikan kondisi ruangan penyimpanan bersih dan tidak lembap. Kondisi ruangan yang kotor dan lembap dapat membuat bahan pakan lebih mudah rusak. Pastikan sirkulasi udara berlangsung dengan baik dan tidak ada hama seperti hewan liar yang masuk ke gudang.