Waspada, Cara Pengapuran Tanah yang Salah akan Berakibat Fatal

Pertanianku — Pada proses pengolahan tanah sering kali pekebun dianjurkan untuk melakukan pengapuran tanah selain pemupukan dan penggemburan. Pengapuran tanah memiliki fungsi penting untuk tanah dengan kondisi pH yang tidak sesuai, seperti tanah asam atau basa. Namun, di Indonesia lebih sering dijumpai kondisi tanah yang asam.

pengapuran tanah
foto: unsplash

Meskipun penting dan bermanfaat, proses pengapuran tanah tidak boleh dilakukan sembarangan karena dapat menimbulkan dampak buruk yang berujung fatal. Pengapuran harus dilakukan sesuai dengan dosis anjuran atau sesuai dengan kondisi tanah. Berikut ini cara pemberian kapur yang benar agar tidak merugikan tanah.

Pengapuran tidak boleh dipaksakan

Khusus untuk tanah yang sangat asam atau asam kuat, pengapuran tidak boleh dipaksakan langsung netral. Pengapuran harus dilakukan bertahap. Pemberian kapur yang dilakukan dengan pemaksaan dapat membuat kenaikan reaksi tanah yang berlangsung secara mendadak sehingga menyebabkan tanaman tersiksa.

Pengapuran perlu dilakukan bertahap seperti dua kali. Pengapuran kedua diberikan setelah 2–3 minggu setelah pengapuran pertama dan sudah diguyur hujan.

Dosis pengapuran

Pengapuran cukup dilakukan sebanyak 4–5 tahun sekali. Dosisnya pun diperkecil sebesar 10–15 persen dari dosis pertama. Apabila dosis yang diberikan berlebihan, tanaman akan tumbuh kurang optimal. Selain itu, unsur hara seperti besi, mangan, tembaga, dan seng di dalam tanah akan berkurang, bahkan bisa menghilang. Sementara itu, dosis yang terlalu kecil tidak akan menyebabkan dampak yang begitu berarti pada tanah dan tanaman.

Kelebihan dosis

Pengapuran yang dilakukan dengan dosis berlebih dapat menyebabkan tanah asam menjadi basa. Tanah tersebut harus diolah kembali agar menjadi netral dengan diberikan belerang. Sebenarnya, hal ini jarang terjadi, tetapi apabila Anda mengalaminya, Anda bisa memberikan belerang sebanyak 1 kg/m2 dengan kedalaman satu meter.

Baca Juga:  Produksi Cabai Meningkat dengan Proliga

Cara pemberian kapur

Kapur diberikan ke dalam lubang tanam setelah lubang dibuat. Caranya cukup mudah, kapur hanya perlu dicampurkan dengan tanah galiannya, kemudian dimasukkan ke lubang dan dibiarkan selama 2–3 minggu. Apabila di sekitar lubang akan ditanami dengan tanaman lain, lahan tersebut juga perlu diberikan kapur dengan cara disebar.