Waspada! Ini Penyakit yang Sering Menyerang Burung Puyuh


Pertanianku — Beternak burung puyuh pernah digalakkan pemerintah sebagai salah satu usaha untuk mendapatkan sumber protein hewani yang murah dan mudah. Sama halnya dengan ternak lain, puyuh pun sering mengalami serangan penyakit. Nah, kira-kira apa saja penyakit yang sering menyerang burung puyuh?

penyakit yang sering menyerang burung puyuh
Foto: Shutterstock

Beberapa penyakit yang sering menyerang burung puyuh sebagai berikut.

  1. Ulcerative enteritis

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri dan terdapat di saluran pencernaan. Biasanya sering terdapat pada burung puyuh yang dipelihara dengan sistem litter atau kandang beralaskan tanah. Puncak kematian terjadi 5—14 hari jika tidak cepat-cepat diobati. Penularannya terjadi karena burung puyuh mematuk-matuk kotoran burung yang sakit.

Pada usus burung puyuh yang mati karena penyakit ini, dapat dijumpai atau terlihat borok-borok pada permukaan usus bagian dalam. Untuk mengobati penyakit ini, dapat menggunakan antibiotika dengan dosis rendah, tergantung anjuran pakai oleh pabrik pembuatnya. Adapun usaha pencegahan penularan yang bisa dilakukan ialah dengan memisahkan burung yang sakit dan membersihkan kotoran setiap saat.

  1. Coccidiosis

Penyakit ini disebabkan oleh parasit bersel tunggal yang disebut coccidia. Gejala-gejala klinis yang dapat diamati ketika berjangkit penyakit ini antara lain, burung tidak nafsu makan sama sekali, kakinya menjadi lemah dan keadaannya menjadi pucat yang dapat dilihat pada mukanya.

Biasanya penyakit ini lebih sering menulari burung puyuh yang berumur 2—6 minggu. Penularan umumnya karena kesalahan dalam pengelolaan. Pengobatan dan pencegahan dapat menggunakan obat merek coccidiostat.

  1. Capillary worm (Capillaria sp.)

Sering disebut sebagai cacing tembolok atau cacing benang. Burung puyuh yang menderita kelihatannya seperti kelaparan dan pada akhirnya akan sulit bernapas. Karena cacing ini menyebabkan penebalan pada tembolok, belum diketahui obatnya yang efektif. Untuk menghindarinya, peliharalah burung puyuh pada kandang yang beralaskan kawat agar terhindar dari infeksi cacing tersebut.

  1. Brooder pneumonia (radang paru-paru)
Baca Juga:  Sapi Raksasa Australia Viral, Tingginya Hampir 2 Meter

Faktor utama yang menjadi penyebabnya ialah suhu pemanas yang tidak tepat dan keadaan kandang yang terlalu sesak. Karena itu, suhu pemanas perlu diamati dengan saksama terutama selama minggu pertama.