Waspada Jika Sapi Sudah Terdengar Ngorok

Pertanianku — Sapi ternak harus diperhatikan kondisinya setiap hari untuk mengindentifikasi gejala-gejala ganjil yang bisa saja terjadi pada sapi. Salah satu gejala yang sering ditemui adalah sapi ngorok. Berbeda dengan manusia, sapi yang terdengar ngorok merupakan gejala dari penyakit septicaemia epizootica (SE) atau shipping fever.

sapi ngorok
foto: Pertanianku

Penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida serotype 6B dan 6E. Bakteri tersebut bisa menular dengan mudah melalui pakan dan air minum yang sudah tercemar.

Sapi yang sudah mengorok akan terlihat kesulitan bernapas sehingga terdengar seperti orang sedang mendengkur. Sapi juga akan mengalami demam tinggi dan diare yang disertai dengan darah.

Gejala lain yang tampak adalah bengkak di bagian kepala, bagian bawah dada, kaki, atau pangkal ekor. Bagian selaput lendir lidah juga terlihat membengkak dan berwarna merah kebiruan. Jika penyakit ini tidak segera ditindak lanjuti, sapi bisa mengalami kematian setelah 1—2 hari terserang penyakit.

Penyakit ini ternyata tidak hanya menyerang pada sapi, penyakit SE juga bisa menyerang ternak lain seperti kerbau, kambing, kuda, dan domba. Tingkat kematian penyakit ini mencapai 90 persen sehingga bisa menimbulkan kerugian yang cukup parah untuk peternak. Wabah penyakit ini pernah menyerang sapi-sapi di Australia dan menyebabkan sebagian besar sapi mati.

Setelah Anda menemui gejala-gejala sapi ngorok pada ternak, segera lakukan tindakan dengan menghubungi petugas peternakan agar bisa ditindaklanjuti dengan tenaga medis yang sudah ahli.

Pengobatan yang umumnya dilakukan pada stadium dini adalah pemberian antibiotika seperti streptomsin atau aureomisin atau sediaan sulfa. Ini sebabnya Anda perlu memanggil dokter hewan agar tidak salah dalam melakukan tindakan pengobatan yang cukup rumit.

Selanjutnya, pisahkan sapi yang sudah sakit di kandang khusus agar penyakit tersebut tidak menular ke sapi lain yang masih sehat. Lakukan pembersihan kandang dengan benar. Jika ada ternak yang sudah mati akibat penyakit ini, segera bakar dan kubur ternak tersebut agar tidak menular ke ternak yang masih sehat. Penyakit ini bisa dicegah dengan pemberian vaksin secara teratur.

Baca Juga:  Mengenali Tiga Proses Perkawinan Kelinci