Waspada! Serangan Hama Padi di Musim Hujan Mengintai


Pertanianku — Padi merupakan komoditas pertanian yang utama banyak dibudidayakan petani Indonesia. Pasalnya, padi yang merupakan cikal bakal beras ini merupakan salah kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Lalu jika di musim hujan, kira-kira serangan hama padi apa saja yang mengintai?

serangan hama padi
Foto: Pixabay8

Beberapa waktu belakangan ini, Indonesia memiliki curah hujan yang sangat tinggi, bahkan di beberapa wilayah hujan yang lebat menyebabkan banjir. Musim hujan memang seringkali menyusahkan para petani karena banyak hama yang menyerang tanaman.

Serangan hama yang harus diantisipasi pada musim hujan antara lain Hawar Daun Bakteri (HBD), sundhep, wereng batang cokelat, tikus, kutu kebul, dan hama blast.

Hama wereng (Nilaparvata lugens) adalah hama padi lain yang sering menyerang di saat hujan bahkan suka menyerang tanaman hias. Hama wereng dapat dibasmi dengan menjaga supaya matahari selalu dapat menyinari padi atau tanaman hias.

Matahari akan membuat wereng sulit menetas dan mencegahnya berkembang biak. Oleh karena itu, wereng sering muncul dan berkembang biak saat musim penghujan di mana jarang ada matahari.

Hama tanaman kutu kebul (Bemisia tabacci) juga sering muncul saat musim hujan. Hama tanaman ini menyebabkan pertumbuhan daun menjadi terhambat, bentuk daun menjadi berlubang-lubang. Hama ini dapat menyebabkan padi ataupun tanaman hias tersebut menjadi rusak dan mati. Akibatnya, gagal panen akan dialami petani.

Hawar Daun Bakteri (HDB) merupakan penyakit kresek yang pada umumnya dikenal oleh masyarakat. Penyakit telah berkembang pada musim hujan ataupun musim kemarau yang basah. Bagian tanaman yang diserang terutama pada titik tumbuh dan daun bendera.

Kerusakan terberat terjadi apabila penyakit menyerang tanaman muda yang peka sehingga menimbulkan gejala kresek, dapat menyebabkan tanaman mati. Penyakit dapat terjadi pada semua stadia tanaman.

Baca Juga:  Kunci Sukses Budidaya Edamame yang Wajib Anda Ketahui

Sundhep, hama yang menyebabkan gejala sundep ialah Sesamia inferens. Sesamia inferens tersebut merusak dengan cara meletakan telurnya pada pelepah daun bagian dalam. Setelah telur menetas, larva-larva tersebut mulai memakan pelepah daun, kemudian menggerek masuk ke batang. Selanjutnya, memakan batang bagian dalam sehingga jaringan pembuluh batang terpotong.

Tikus (Rattus argentiventer Rob & Kloss) adalah hama tanaman yang sering muncul pada saat hujan. Cara mengatasi tikus adalah dengan melakukan pengolahan tanah secara bersama-sama sebelum lahan tersebut belum ditanami.