Wisata Edukasi Kampung Hortikultura di Banjarbaru


Pertanianku Kampung Hortikultura jadi lokasi wisata edukasi baru di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Di Kampung Hortikultura ini, warga bisa menimba pengetahuan tentang cara bercocok tanam mulai dari sayur-sayuran, buah-buahan, hingga budidaya tanaman hias.

Kampung Hortikultura
Foto: Dok. Gatra Online

Melansir Republika, Kampung Hortikultura lokasinya berdekatan dengan gedung Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, yakni di Jalan Aneka Tambang, Trikora, Banjarbaru. Berada di area seluas empat hektare, kampung hortikultura mempunyai sekitar 24 varietas tanaman mulai dari tanaman labu, pare, terong, kacang, hingga cabai.

Selain itu, ada juga tanaman buah seperti semangka, melon, dan lainnya. Berbagai jenis taman hias seperti anggrek, seroja, dan tapak dara juga hadir di Kampung Hortikultura. Tanaman-tanaman tersebut tumbuh subur, bahkan beberapa di antaranya sudah siap panen.

Kampung Hortikultura merupakan salah satu program Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemprov Kalimantan Selatan. Program pembangunan wisata edukasi ini telah dilakukan sejak pertengahan 2018. Rencananya, Kampung Hortikultura akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada puncak Hari Pangan Sedunia (HPS), yakni pada 18—21 Oktober 2018.

Di tempat itu, warga juga bisa melihat berbagai teknologi pertanian terbaru kemudian belajar bercocok tanam dengan bimbingan dari kelompok tani yang mengelola kawasan tersebut. Meski demikian, persiapannya memang belum sepenuhnya selesai. Akan tetapi, Pemprov Kalsel masih berupaya mempercantik lokasi tersebut sehingga lebih menarik bagi pengunjung.

“Kalau sore banyak warga yang ke sini, ada yang tanya-tanya cara tanamnya, tapi ada juga yang datang untuk foto-foto,” tutur ketua Kelompok Tani Selebes Jaya, Abdul Aziz Harbi yang dipercaya mengeloa Kampung Hortikultura oleh Pemprov Kalsel.

Warga pun tak perlu takut kotor berjalan di area Kampung Hortikultura. Sebab, akses ke masing-masing area jenis tanaman dipasang batu koral. Selain itu, terdapat kolam kecil yang bisa menjadi spot berswafoto. Rencananya, akan diperbanyak spot menarik untuk berswafoto di lokasi tersebut untuk memancing lebih banyak warga berkunjung.

Baca Juga:  Mentan: Impor Jagung untuk Amankan Peternak Kecil

Salah satu area yang menjadi daya tarik di Kampung Hortikultura ini, yaitu area labu botol dan terong belut. Area ini menarik karena labu botol dan terong belut yang sudah berusia sekitar 60 hari itu menggantung pada pagar-pagar yang dibuat menyerupai lorong. Bentuknya yang unik dan jarang ditemukan, menurut Abdul menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang berkunjung.

Kendati demikian, salah satu tantangan petani yakni menjaga tanaman tersebut agar tidak rusak, baik oleh hama maupun karena kejahilan pengunjung. Karena itu, kelompok tani bersama dinas terkait masih melakukan pembenahan dengan menambah jaring-jaring kawat di tiap area jenis tanaman.

Sementara itu, peringatan HPS nanti akan dilaksanakan di Desa Jejangkit Muara, Kabupaten Bariot Kuala, Kalsel. Terdapat total 240 hektare area sawah padi yang akan dipanen bertepatan dengan HPS tersebut.