Workshop Jamur Merang, Ciptakan Keran Penghasilan Skala Rumah Tangga


Pertanianku — Komunitas Khadija Initiative telah sukses menggelar Workshop Jamur Merang pada Sabtu, 27 Januari 2018 di Komplek Hankam, Kelapa Dua, Depok. Workshop yang digelar kurang lebih selama 3 jam itu dihadiri oleh 33 peserta, yang mana 11 orang di antaranya merupakan single mom dan 22 orang lainnya peserta biasa.

workshop jamur merang
Ines Setiawan sedang menyampaikan cara membuat bibir jamur merang di acara Workshop Jamur Merang, Sabtu (27/1/2018)

Dissi Kaydee, penanggung jawab program acara tersebut mengatakan bahwa workshop ini dibuka gratis untuk para single mom. Alasannya, yaitu pertama, karena SHINE Foundation milik Ines Setiawan (trainer di Workshop Jamur Merang) memberi kebijakan untuk menggratiskan program edukasinya bagi single mom atau yang tidak mampu.

“Kedua, karena komunitas Khadija Initiative memang gerakan untuk memberdayakan kewirausahaan dalam upaya membantu para single mom. Kenapa gratis? Karena single mom punya beban lebih besar daripada yang punya pasangan, sehingga harus dibantu. Jadi klop!” katanya.

Ia juga menuturkan, workshop jamur merang ini dipilih karena beberapa alasan, di antaranya mudah, murah, cepat, dan bernilai ekonomis tinggi. Selain itu, pelatihan ini juga bisa kembali diajarkan ke orang lain dengan mudah.

Diharapkan workshop tersebut bisa membuka wawasan, memberikan alternatif sumber pangan bergizi tinggi, dan membuka peluang bisnis yang menjanjikan dari budidaya jamur merang skala rumahan.

Saat persiapan ataupun penyelenggaraan, Dissi mengaku dirinya tidak menemui kendala yang signifikan. Acara berjalan dengan lancar mulai dari persiapan hingga pelaksanaan. Hanya saja, acara sempat diundur kurang lebih selama 30 menit karena kondisi jalanan macet.

“Alhamdulillah hampir nggak ada. Hanya macet lebih dari biasanya di Depok, sehingga Ms. Ines dan beberapa teman-teman terjebak macet dan jadwal mundur setengah jam. Biasanya Ms. Ines super on time,” ujar dia.

Terkait dengan persiapannya, menurut pengakuan Dissi, itu dilakukan 2 minggu, sejak dirinya menghubungi Ines untuk mengajar di workshop tersebut. Selain itu, segala kebutuhan workshop ditunjang oleh beberapa pihak yang turut mendukung acara pelatihan tersebut.

“Alhamdulillah, meski hanya lewat WA grup, grup kami sangat kompak dan all out. Venue, tenda, konsumsi, gift untuk pembicara, goodybag untuk peserta, voucher dan hadiah untuk kontes menulis, semuanya disumbangkan oleh teman-teman Khadija Initiative,” ungkap Dissi.

Selain karena kekompakan dari pihak penyelenggara, workshop ini berjalan sukses juga berkat dukungan dari beberapa sponsor. Di antaranya Miglia, Princess Donuts, Klinik St. Nia, Puspa Swadaya, Penebar Swadaya, serta Klinik Gigi dan Laktasi Berkah Medika.

Adapun tujuan dari dilaksanakannya workshop tentang jamur merang ini, yaitu supaya para peserta memiliki pengetahuan serta wawasan baru tentang budidaya jamur dan memiliki keran penghasilan baru.

“Dan khusus untuk single mom, bisa membantu perekonomian keluarga dengan nilai yang lumayan, tanpa keluar biaya (modal) banyak, dan tanpa perlu keluar rumah meninggalkan anak-anaknya, serta bisa meningkatkan rasa percaya diri karena punya keahlian lebih,” tutur Dissi.

loading...
loading...