Wow! Tujuh Kampung Ini Beternak Ular


Pertanianku — Bagi sebagian orang, ular menjadi hewan yang menyeramkan, namun tidak untuk beberapa desa ini, warganya justru beternak ular layaknya ternak ayam. Menariknya, mereka dapat hidup berdampingan dengan hewan melata itu. Tak tanggung-tanggung, penduduk beberapa desa ini memelihara ular berbisa seperti kobra dan king kobra. Berikut ini 7 kampung ular terbesar di dunia.

1. Kampung Kobra Ban Kok Sa-Nga, Thailand

Hanya orang-orang berani yang akan berkunjung ke kampung kobra Ban Kok Sa-Nga di Thailand ini. Setiap warganya memelihara ular king kobra, beberapa jenis ular kobra lain, dan ada pula yang memelihara piton. Ular-ular itu ada yang ditaruh di kandang, tetapi ada pula yang dibiarkan bebas berkeliaran.

2. Le Mat

Le Mat di Vietnam adalah salah satu tempat wisata yang terkenal akan ularnya. Berbeda dengan Ban Kok Sa-Nga yang menampilkan atraksi ular berbisa, di Le Mat pengunjung bisa memakan empedu dan jantung ular yang baru saja dibunuh. Mengutip Vice.com, ada banyak restoran ular di sana. Selain yang mentah, pengunjung juga bisa membeli makanan olahan yang terbuat dari ular.

3. Shetpal, India

Ular kobra di Desa Shetpal, distrik Sholapur, India, memang tidak diternak oleh penduduk. Namun, ular-ular itu dibiarkan bebas keluar masuk rumah warga tanpa ada satu orang pun yang melukai ular tersebut. Bahkan, setiap rumah diberi satu lokasi khusus yang disebut devasthanam, yang dapat menjadi tempat ular kobra mendinginkan badan mereka kapan pun.

4. Zisiqiao, Cina

Warga Desa Zisiqiao, Cina, membudidayakan berbagai jenis ular, mulai dari yang tidak berbisa hingga yang berbisa. Awalnya, pada rentang 1970-an dan 1980-an, orang-orang menangkap ular yang banyak hidup di sungai dan danau di dekat desa mereka. Namun lama-lama, jumlah ular semakin menipis karena terlalu banyak diburu. Hingga akhirnya, warga berinisiatif untuk mengembangbiakkan ular di rumah mereka dan ternyata cara itu membuat usaha mereka bertahan hingga kini.

Baca Juga:  Pencegahan Penyakit Brucellosis yang Wajib Diketahui Peternak

5. Narcisse, Kanada

Ribuan ular berjenis red-side Garter atau Thamnophis sirtalis parietalis bersarang di lubang-lubang yang berada di sekitar 6 km utara Desa Narcisse di Provinsi Manitoba, Kanada. Dikutip dari Verses of Universe, ular-ular itu akan tidur panjang di gua-gua bawah tanah yang terbentuk oleh air di daerah berbatu kapur, selama musim dingin.

Lalu saat salju meleleh, mereka akan keluar dari gua untuk menghangatkan badan dan tibalah musim untuk berkembang biak. Ahli zoologi dari Oregon State University, Profesor Mason, memperkirakan ada lebih kurang 35.000 ular pada satu lubang dan lebih dari 250.000 di wilayah yang lebih luas.

6. Kertasura, Cirebon

Desa Kertasura, Cirebon, Jawa Barat juga dikenal sebagai desa ular terbesar. Penduduk desa ini membudidayakan ular untuk dijadikan berbagai kerajinan seperti tas, sepatu, dan sabuk.

Namun, seperti dikutip dari Kompas.com, cara pengrajin untuk mendapat kulit ular dinilai sangat kejam dan ketinggalan zaman. Rahang ular akan dibuka secara paksa dan diberi air seperti sapi digelonggong.

Setelah badan ular menjadi besar, mereka akan diikat dan dikuliti hidup-hidup. Ular-ular itu baru mati dua hari kemudian karena efek kejut dan dehidrasi. Setelah itu, empedu dan dagingnya pun masih akan dijual ke berbagai tempat.

7. Pulau Ular di Bima

Ular laut yang menempati sebuah pulau di Desa Pai, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima ini hidup dengan tenang di sana. Mereka mencari makan di laut dan akan beristirahat di celah bebatuan atau bergelantungan di tebing-tebing terjal. Meskipun ular laut dikenal sebagai spesies yang berbahaya, tetapi ular di tempat yang disebut Pulau Ular ini tidak mengganggu dan jinak. Keberadaan mereka justru menarik orang-orang untuk berkunjung.

Baca Juga:  Cara Paling Tepat Merawat DOC Ayam Broiler