Yuk, Atasi Hama dan Penyakit Tanaman Kakao dengan Cara Ini!


Pertanianku — Banyaknya produk olahan cokelat menjadikan permintaan pasar akan bahan bakunya sangat tinggi. Hal ini memberikan keuntungan bagi para petani kakao. Meski budidaya tanaman kakao sangat menjanjikan, produktivitas tanaman bisa terancam. Ya, hama dan penyakit tanaman kakao yang menjadi penghambatnya.

hama dan penyakit tanaman kakao
Foto: Pixabay

Oleh karena itu, berikut ini akan dibahas tentang penyakit pada tanaman kakao bagaimana cara mengatasinya.

  1. Penyakit busuk buah kakao

Penyakit busuk buah ini lebih sering disebabkan oleh cendawan patogen yang bernama phytopthora palmnivora. Cendawan ini akan menyebarkan spora yang apabila menempel pada bagian kulit buah dengan kelembapan memadai selama lebih dari 10 jam, maka spora akan tumbuh menjadi jamur, lalu menginfeksi buah kakao.

Cara mengatasi penyakit busuk buah pada kakao ini, yakni pada saat menanam harus memerhatikan jarak tanam yang ideal sekitar 2 meter lebih. Tujuannya, agar sirkulasi udara dan intensitas cahaya matahari yang masuk ke areal perkebunan bisa lancar dan mengurangi kelembapan area tanam. Selain itu, pada saat tanaman kakao sudah mulai berbuah, Anda harus rutin melakukan penyemprotan fungisida sistemik.

Jika serangan sudah telanjur terjadi, maka sebaiknya menggunakan fungisida kontak berbahan aktif tembaga sulfat diselingi dengan fungisida sistemik. Untuk fungisida kontak, bisa Anda lakukan selama 3 hari berturut-turut, sedangkan fungisida sistemik 3 hari sekali.

  1. Hama penghisap buah kakao

Selain penyakit, tanaman kakao juga memiliki hama pengganggu dari golongan serangga, yaitu hama penghisap buah. Hama serangga penghisap buah kakao adalah helopeltis spp. Serangga penghisap buah kakao hanya menghisap sebagian kecil sari dan nutrisi yang ada di dalamnya. Hanya saja, bekas gigitan dan air liur serangga tersebut nantinya bisa menginfeksi buah kakao.

Gejala yang ditunjukkan akibat adanya serangan hama penghisap buah kakao adalah munculnya bercak hitam dalam jumlah banyak pada kulit buah, baik masih pentil maupun buah yang sudah masak. Selain itu, bentuk dan ukuran buah juga berubah menjadi abnormal.

Baca Juga:  Cara Paling Efektif Konsumsi Alpukat untuk Ibu Hamil

Jika sudah terlihat gejalanya, Anda harus segera melakukan penyemprotan pada tanaman kakao menggunakan insektisida kontak berbahan aktif deltametrin. Anda juga bisa mencoba insektisida organik dengan menggunakan air sari daun mimba (mindi).

  1. Penyakit VSD (Vaskular Streak Dieback)

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi cendawan patogen Oncobasidium theobromae. Penyakit ini mampu menyerang tanaman kakao dalam setiap fase pertumbuhannya sehingga sangat merugikan petani kakao apabila tidak segera diatasi.

Untuk mencegah serangan ini terjadi, Anda perlu menjaga kebersihan areal tanam dari gulma dan tanaman liar serta rajin melakukan pemangkasan pucuk tanaman kakao. Tujuannya, agar sinar matahari bisa masuk ke areal tanam.

Jika serangan sudah telanjur terjadi, penggunaan fungisida kontak tidak akan ada pengaruhnya karena bagian yang diserang adalah bagian dalam jaringan tanaman. Oleh karena itu, Anda sebaiknya menggunakan fungisida sistemik dari golongan triazole seperti difekonazol dan lainnya.