Yuk, Bertanam Kecipir dan Rasakan Manfaatnya!


Pertanianku Bertanam kecipir bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan karena jika sudah menghasilkan buah, Anda dapat menikmati manfaatnya. Buah kecipir muda dapat disayur dan dilalap masak, sedangkan bijinya dapat diolah menjadi susu. Biji kecipir tua (botor) dapat digoreng dan dimakan seperti kacang tanah. Botor yang digoreng dapat digunakan untuk pengobatan bagi penderita penyakit darah kotor.

Bertanam kecipir
Foto: Google Image

Tanaman dengan nama lokal jaat (Jawa Barat) ini merupakan sumber protein nabati karena bijinya banyak mengandung vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Untuk mendapatkan berbagai manfaat baik itu, sebaiknya Anda mulai menanam kecipir di pekarangan rumah dengan langkah berikut.

  1. Syarat tumbuh

Beberapa syarat tumbuh tanaman kecipir adalah air tanah tidak menggenang, iklimnya kering, dan pH tanah antara 5,5—6,5. Karena itu, kecipir akan lebih baik jika ditanam pada awal musim kemarau.

  1. Cara tanam

Kecipir dikembangkan dengan bijinya yang ditanam langsung di lahan yang telah disiapkan. Lahan yang akan ditanami kecipir sebaiknya dicangkul terlebih dahulu dan diberikan pupuk kandang jika lahan tandus. Lahan diratakan dan dibuat lubang tanam dengan jarak 20—30 cm dan jarak antarbaris lubang 75 cm. Setiap lubang ditanami 1—2 biji, lalu ditutup tipis-tipis dengan tanah. Biji kecipir dapat tumbuh 5 hari kemudian.

Setelah tinggi tanaman mencapai 10 cm, pasang ajir dari bambu yang tingginya 1,5—2 m. Tanaman diberi pupuk buatan berupa urea dan TSP dengan perbandingan 1 : 2 sebanyak 6 gram tiap tanaman.

  1. Pemeliharaan tanaman

Pemeliharaan yang dilakukan adalah membersihkan gulma atau alang-alang yang ada di sekitar tanaman utama, serta mencegah serangan hama dan penyakit.

  1. Pemanenan

Buah dapat dipanen setelah tanaman berumur 3,5 bulan dari waktu tanam. Pemanenan buah jangan sampai terlambat karena rusuk-rusuk buahnya jadi berserat. Hal ini akan menyebabkan rasa buahnya menjadi kurang enak dan mutunya menurun.

Baca Juga:  Penyakit yang Sering Menyerang Tanaman Sayuran di Musim Hujan