Yuk, Buat Pupuk ala Rumahan dengan Cara Ini


Pertanianku — Selama ini, pekerjaan sebagai petani umumnya dilakukan oleh penduduk desa yang sudah lansia. Namun, ada juga masyarakat kota yang bekerja sebagai petani. Fenomena ini disebut dengan urban agriculture. Karena itu, timbul inovasi untuk membuat pupuk ala rumahan yang bisa dibuat oleh kita sendiri.

pupuk ala rumahan
Foro: Dok. Pertanianku

Masyarakat semakin sadar akan pentingnya produk pangan yang ramah lingkungan, organik, dan murah. Oleh karena itu, tak sedikit ada yang berinisiatif untuk bertani di rumah. Beberapa sistem yang dapat dilakukan di lingkungan perkotaan yang terkenal padat dan minim lahan adalah vertikultur, aeroponik, dan hidroponik. Bahkan, bercocok tanam di pekarangan rumah juga dapat dilakukan.

Tak jarang petani kota ini menggunakan pupuk atau zat penambah tumbuh secara kimiawi dan membutuhkan modal besar. Padahal, ada cara supaya kegiatan bertani kita serba mandiri. Salah satunya dengan membuat pupuk organik dari limbah di sekitar kita seperti sisa sayuran dan buah-buahan. Lalu, bagaimana cara mengolah limbah tersebut hingga menjadi pupuk organik cair (POC)?

Persiapan

Pertama yang harus disiapkan adalah wadah composter berupa tong bekas atau ember bekas cat tembok beserta tutupnya. Wadah ini sudah dipasangkan sebuah kran di bagian bawah dan di dalamnya terpasang penyaring sekaligus berfungsi sebagai pemisah antara pupuk padat dan pupuk cair. Bahan-bahan yang disiapkan adalah gula merah (200 gram), sisa buah dan sayuran (1 kg), EM4 (5 ml), dan air (3 liter).

Meracik Bahan-bahan

Mulailah memotong sisa buah dan sayuran menjadi ukuran kecil agar mudah proses dekomposisinya. Larutkan gula merah dengan air dan campurkan dengan sisa buah dan sayuran tersebut. Jika mempunyai EM4, tuangkan cairan EM4 dan aduk hingga merata. Namun, larutan gula merah pun sudah dianggap cukup.

Baca Juga:  Macam-Macam Cara Perkembangbiakan Vegetatif

Fermentasi

Tutup rapat wadah tadi dan simpan di tempat yang sejuk. Jika terpapar langsung dengan matahari akan membuat mikroba tersebut mati. Proses dekomposisi biasanya memakan waktu hingga 10 hari. Setiap harinya cukup membuka tutupnya satu kali saja dengan tujuan mengeluarkan gas yang terbentuk akibat perombakan bahan organik.

Bagian dasar dapat diaduk hingga berpindah ke atas sehingga mencegah terjadinya pembusukan. Tanda bahwa pupuk sudah terdekomposisi dengan baik adalah aromanya tidak bau busuk.