Yuk, Intip Trik Bertanam di Balkon Apartemen Mungil


Pertanianku — Keuntungan tinggal di apartemen dengan unit yang tinggi, yakni membuat Anda memiliki pemandangan yang luas. Namun, kekurangannya, ruang balkon atau teras yang dimiliki tidak besar seperti rumah tapak yang bisa Anda tanami berbagai tanaman hias. Namun jangan khawatir, Anda masih bisa tetap bertanam di balkon apartemen milik Anda yang mungil.

Bertanam di balkon aparteen
Foto: Google Image

Di bawah ini, ada enam langkah yang akan memberi Anda strategi untuk menyiasati teras rumah yang kecil, tetapi tetap asri.

  1. Buat cetak biru

Ukur ruang teras, kemudian gambarlah di atas kertas grafik. Tidak harus cantik, tapi skalanya harus akurat. Buat sketsa sesuai dengan lembar kertas standar atau 8,5 inci × 11 inci. Konversi setiap meter linier ke skala yang sesuai di atas kertas.

  1. Alokasikan ruang

Bagaimana Anda akan menggunakan taman ini? Apakah Anda ingin makan atau memanggang di sana? Apa Anda lebih ingin menumbuhkan buah dan bunga? Bagaimana dengan penyimpanan? Begitu tahu apa yang Anda inginkan, tambahkan barang pada sketsa, misalnya meja, tempat duduk, dan panggangan.

Buat skala seberapa besar meja, dan seberapa lebar kursi itu. Pertimbangkan furnitur yang berfungsi ganda, seperti meja yang berfungsi ganda sebagai bangku atau tempat tanaman. Anda juga bisa mempertimbangkan perabot yang bisa dilipat dan tidak menghalangi jalan.

  1. Menggabungkan hardscaping

Elemen estetika yang berat dan keras di lanskap atau hardscaping seperti pagar, geladak, dan batu akan bergantung pada anggaran Anda. Meski mahal, hardscaping profesional dapat menciptakan keindahan yang bertahan bertahun-tahun.

Namun, untuk perbaikan yang lebih sederhana seperti menyembunyikan rantai yang sudah jelek, Anda dapat melakukannya sendiri. Menambahkan bambu juga dapat Anda lakukan sendiri sebagai teralis alami. Kemudian, jika Anda tidak suka dengan ubin pada teras, tutupi dengan kain lanskap dan tambahkan beberapa kerikil.

Baca Juga:  Cara Membuat Media Tanam Anggrek dari Sabut Kelapa

Untuk dinding, cobalah mengecatnya dengan warna pirus atau merah ceri. Dalam ruang sempit dampak warna sangat besar. Terakhir, Anda juga akan membutuhkan sumber air dari keran untuk memudahkan Anda menyiram tanaman.

  1. Kenali paparan cuaca dan sinar matahari

Dengan mengetahui zona, Anda akan dapat memastikan tanaman berkembang di tempat Anda yang tersedia. Di kota-kota, bahkan jika Anda telah mengetahui arah timur dan barat, bangunan di seberang jalan dapat menutupi sebagian sinar matahari. Tetapkan seberapa banyak sinar matahari langsung yang diterima kebun Anda. Tidak semua tanaman membutuhkan cahaya yang sama.

Jangan menebak, tetapi amati dan catat. Bahkan di tempat yang kecil, satu sisi taman Anda mungkin berbeda dari yang lain. Juga perhatikan angin. Atap dan balkon sering terkena embusan angin kencang yang bisa mendatangkan malapetaka pada banyak tanaman.

  1. Pilih tanaman

Tambahkan tanaman ke sketsa Anda menggunakan spidol warna. Dalam literatur hortikultura dan label tanaman, ada tiga kategori tanaman. Pertama, tanaman cocok untuk matahari penuh yang enam jam plus matahari langsung. Kedua, tanaman semiteduh yang dipapar 3—6 jam matahari langsung. Dan, ketiga, tanaman teduh penuh, yang tidak bisa terkena sinar matahari langsung.

Berdasarkan catatan Anda, pilih tanaman yang paling sesuai dengan kebutuhan. Kalau bisa, pilih tanaman yang mekar pada saat berbeda-beda. Pilih juga tanaman yang memiliki tekstur dan dedaunan yang menarik. Buat tinggi yang bervariasi dengan menggunakan berbagai ukuran pot serta campuran tanaman keras dan semak belukar.

  1. Pilih wadah atau pot yang tepat

Anda akan membutuhkannya, kecuali Anda berkebun di tanah. Jika berat menjadi masalah di atap, cobalah menggunakan wadah plastik, logam, fiberglass, atau kantung tumbuh. Wadah kayu, terakota, dan beton sebenarnya bagus jika berat tidak menjadi pertimbangan Anda.

Baca Juga:  Teknik Budidaya Tanaman Hias Anyelir untuk Pemula

Lalu, ingatlah bahwa jika taman Anda terletak di balkon yang mudah tersapu angin, wadah yang lebih besar cenderung tidak terguling daripada banyak wadah kecil. Jadi, pertimbangkan untuk mengelompokkan tanaman daripada memajangnya masing-masing secara terpisah.