Yuk, Kelola dan Manfaatkan Sampah untuk Dijadikan Kompos!


Pertanianku — Hidup di lingkungan perkotaan identik dengan sampah. Padahal, jika  mengetahui cara pengolahannya, sampah bisa jadi sesuatu yang punya nilai ekonomis. Misalnya, kompos.

kompos
Pixabay

Kompos merupakan hasil fermentasi atau dekomposisi dari bahan-bahan organik seperti tanaman, hewan, atau limbah organik lainnya. Selain berguna untuk tanaman, kompos bisa juga memperbaiki struktur tanah dan tidak menimbulkan pencemaran. Kegunaan lainnya adalah dapat membantu proses pelapukan bahan mineral.

Ada beberapa macam pupuk dari bahan organik yang dikenal, yaitu pupuk kandang, humus, pupuk hijau, dan pupuk guano. Pupuk hijau dan pupuk guano tidak mengalami proses penguraian atau pengomposan. Sementara, pupuk kandang dan humus melalui proses pengomposan.

Kompos merupakan semua bahan organik yang telah mengalami degradasi/penguraian/pengomposan sehingga berubah bentuk dan sudah tidak dikenali bentuk aslinya. Biasanya berwarna kehitaman dan tidak berbau. Bahan organik ini berasal dari tanaman ataupun hewan, termasuk kotoran hewan (pupuk kandang).

Proses pengomposan secara alami berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Sebagai contoh, pembuatan kompos memerlukan waktu 2—3 bulan. Bahkan, ada yang 6—12  bulan, tergantung bahannya.

Waktu yang lama ini tidak diimbangi dengan kebutuhan pupuk yang terus meningkat. Dengan demikian, ada kemungkinan terjadi kekosongan ketersediaan pupuk. Karena itu, para ahli melakukan berbagai upaya untuk mempercepat proses pengomposan tersebut melalui berbagai penelitian.

Beberapa hasil penelitian menunjukkan proses pengomposan dapat dipercepat menjadi 2—3 minggu atau paling lama 1—1,5 bulan, tergantung bahan dasarnya.

Proses pengomposan atau dekomposisi dapat berjalan lancar bila kondisi lingkungan terkontrol. Kondisi yang perlu dijaga ialah kadar air, aerasi, dan suhu. Sementara itu, faktor-faktor yang memengaruhi pengomposan di antaranya nilai C/N bahan, ukuran bahan, komposisi bahan, jumlah mikroorganisme, kelembapan dan aerasi, suhu, dan keasaman (pH).

Baca Juga:  Inovasi Pie Labu Bening Viral di Dunia Maya
loading...
loading...