Yuk, Lihat Cara Beternak Sapi Limosin!


Pertanianku – Sapi limosin merupakan salah satu jenis sapi yang memiliki bentuk tubuh besar dan panjang. Bulu yang berwarna cokelat tua, dengan warna sekeliling mata dan pada bagian lutut ke bawah warnanya sedikit terang. Sapi limosin merupakan sapi yang pertama kali dikembangkan oleh Prancis. Yang membedakan pejantan dan betina adalah sapi limosin jantan memiliki tanduk yang tumbuh ke luar dan dan sedikit melengkung.

Sapi limosin sendiri adalah jenis sapi pedaging yang mempunyai nilai jual tinggi. Oleh karena itu, sekarang banyak orang sudah mulai mengembangbiakkan sapi jenis limosin karena melihat prospeknya yang cukup menjanjikan.

Jika Anda tertarik menjalankannya, berikut teknik tepat beternak sapi limosin:

  1. Kandang

Sapi limosin adalah sapi yang mempunyai ukuran besar. Jadi, apabila Anda ingin membudidayakannya dalam skala besar ataupun kecil, sebaiknya buatlah kandang sapi dalam ukuran yang luas. Anda bisa memilih kandang dengan tipe terbuka, setengah terbuka, dan kandang tertutup.

Ketika memilih kandang untuk sapi, sebaiknya pilihlah kandang yang sesuai dengan kebutuhan Anda serta buatlah kandang yang sesuai dengan lingkungan tempat Anda ingin membudidayakan sapi limosin. Jika lokasi yang akan digunakan di dataran rendah yang mempunyai tiupan angin yang tidak terlalu kencang, Anda bisa memilih kandang terbuka atau setengah terbuka. Sementara itu, bila di daerah yang dingin dengan angin yang bertiup kencang, Anda bisa memilih kandang tertutup.

Hendaklah membuat kandang yang bisa melindungi sapi dari bahaya, baik bahaya dari alam maupun dari pencurian. Jangan lupa membersihkan kandang secara rutin karena kandang yang bersih bisa menghindarkan sapi dan Anda sendiri dari penyakit. Anda bisa membersihkan kandang ketika sapi limosin sedang dikeluarkan.

  1. Pakan
Baca Juga:  Ketahui Kendala yang Bisa Terjadi dalam Beternak Bebek

Untuk pakan sapi limosin, Anda bisa memberi pakan hijau berupa rumput hijau dan makanan kasar seperti jerami. Selain itu, Anda juga bisa memberikan konsentrat serta vitamin.

Konsentrat berupa biji-bijian, limbah pengolahan hasil pertanian, serta umbi-umbian. Berikan juga vaksin dan antibiotik agar sapi sehat, bugar, dan terhindar dari berbagai macam penyakit. Walaupun sapi limosin adalah sapi yang tahan terhadap penyakit, vaksin dan antibiotik bisa tetap diberikan.

Anda juga harus menjaga kebersihan tempat pakan dan minum. Pilihlah tempat pakan dari bahan yang tidak melukai, misalnya bahan dari kayu atau Anda juga bisa membuat tembok yang dibuat persegi panjang. Untuk tempat minum, pilih dari bahan plastik berupa ember yang tidak mudah pecah serta mudah untuk dibersihkan dan diganti airnya.

  1. Perawatan

Untuk perawatan Anda bisa memberikan sapi limosin obat cacing, antibiotik, ataupun vaksin. Usahakan agar selalu membersihkan kotoran di kandang sapi setiap hari, ini untuk menjaga kesehatan sapi dan juga agar sapi tidak mengalami stres. Anda juga bisa rutin memotong kuku sapi karena pada kondisi tertentu kuku sapi yang terlalu panjang akan membuat sapi tidak nyaman dan membuat kakinya sakit.

Jika Anda ingin menggembalakannya, sebaiknya sapi diikat di tiang atau tempat tambatan. Selain itu, pilihlah tempat yang lapang dan rumput tumbuh subur untuk makan sapi limosin Anda. Mandikan juga sapi 3 kali sehari untuk menjaga kebersihan dan kesehatan sapi limosin.

  1. Panen

Sapi limosin sudah bisa dipanen (dipasarkan atau dipotong) bila beratnya sudah mencapai 390—500 kg. Sapi limosin merupakan sapi yang pertumbuhan dan perkembangannya cepat. Anda bisa memanen setelah 100 hari apabila Anda melakukan pemeliharaan dengan baik dan benar.

Baca Juga:  Cara Ternak Kambing Potong Secara Modern dan Menguntungkan

Untuk pemasaran sapi limosin sendiri, Anda tidak akan kesulitan. Sebab, sekarang minat orang terhadap sapi jenis ini cukup banyak sehingga Anda akan lebih mudah mendapatkan pembeli. Selain itu, harga sapi limosin juga cukup mahal. Jadi, Anda akan mendapat banyak keuntungan bila beternak sapi limosin.

loading...
loading...