Yuk, Lihat Cara Pembuatan Arang Sekam!


Pertanianku – Media tanam tanah yang baik akan membantu Anda ketika melakukan kegiatan bercocok tanam. Pengolahan tanah yang baik dan berkelanjutan dengan perbaikan terhadap kandungan unsur hara dalam tanah, menjadikan tanah memiliki daya dukung yang baik terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Pada sistem pertanian, kita mengenal bokashi yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki sifat tanah. Bokashi merupakan hasil fermentasi dari bahan-bahan organik seperti jerami, sekam padi, sampah organik, pupuk kandang, dan lain-lain. Bokashi bisa dibuat dengan memanfaatkan teknologi mikro bakteri yang ada dalam larutan EM-4. Salah satu bahan pembuatan bokashi yang baik adalah menggunakan arang sekam yang dicampurkan dengan pupuk kandang.

Arang sekam didapatkan dari proses pembakaran sekam padi dengan teknik pembakaran tidak sempurna. Sekam padi sendiri didapatkan dari kulit padi yang telah mengalami penggilingan memisahkan antara beras dan kulit padinya. Pembakaran sekam padi bertujuan meningkatkan kandungan karbon dan unsur hara dalam sekam padi. Arang sekam atau sekam bakar yang memiliki kandungan karbon tinggi, banyak digunakan untuk membuat tanah menjadi lebih gembur.

Memanfaatkan arang sekam untuk meningkatkan unsur hara dalam tanah, juga akan meningkatkan daya serap dan daya ikat tanah terhadap air. Dengan begitu, kelembapan pada akar tanaman akan terjaga dengan baik. Proses pembakaran tidak sempurna pada sekam padi dilakukan untuk menjaga kandungan hara dalam sekam.

Lalu bagaimana cara membuat aram sekam padi?

Untuk membuat arang sekam, Anda membutuhkan beberapa bahan seperti sekam padi yang kering dan pupuk kandang, lebih baik menggunakan kotoran kambing. Larutan EM-4 dan satu gelas (200 ml) larutan gula atau bisa menggunakan tetes tebu.

Alat-alat:

  • Ember/wadah air
  • Cerobong (usahakan cerobong terbuat dari besi/seng dengan ukuran diameter sekitar 20 cm)
Baca Juga:  Seperti Apa Ya Keunggulan Pupuk Organik dari Urine Kelinci?

Cara pembuatan:

Sebelum melakukan pembakaran, letakkan sekam padi secukupnya sebagai alas bagian bawah cerobong. Masukkan sedikit kayu bakar atau bisa menggunakan kertas ke dalam cerobong. Nyalakan api melalui bagian bawah cerobong sehingga kayu bakar atau kertas di dalam cerobong terbakar.

Tumpahkan sekam lain yang telah disiapkan memutari cerobong sehingga menempel pada cerobong dan membentuk gunungan sekam. Banyaknya sekam tergantung pada kebutuhan petani.

Selalu jaga api di dalam cerobong agar terus menyala, sekam yang ada di sekitar cerobong akan mengalami proses pembakaran yang tidak sempurna hingga berwarna hitam. Lama proses pembakaran tergantung pada banyak sedikitnya bahan sekam yang digunakan.

Setelah semua sekam berubah menjadi berwarna hitam, matikan api di dalam cerobong, kemudian siramkan air pada sekam untuk mendinginkannya.

Arang sekam yang telah didapatkan dari proses pembakaran tidak sempurna tersebut, kemudian dicampur dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1.

Campurkan larutan EM-4 dan larutan gula dengan air biasa kurang lebih sekitar 1 ember sedang. Aduk hingga semua bahan tercampur merata.

Siramkan air yang telah dicampur dengan larutan EM-4 dan larutan gula pada bahan arang sekam yang telah dicampur dengan kotoran kambing sampai merata. Aduk bahan untuk memastikan semua bagian menjadi basah dan lembap. Jangan menyiram secara berlebihan, yang dibutuhkan hanya semua bahan menjadi basah dan lembap.

Semua bahan yang telah tercampur didiamkan sebentar, kemudian ditutup menggunakan terpal atau plastik. Penutupan dilakukan untuk proses fermentasi arang sekam dan pupuk kandang oleh bakteri mikro yang terkandung dalam larutan EM-4.

Setelah 7 hari, terpal atau plastik bisa dibuka dan bokashi berbahan arang sekam dan pupuk kandang sudah siap digunakan.

Baca Juga:  Penerapan Teknologi Pertanian Indonesia yang Gencar Dilakukan
loading...
loading...