Yuk, Lihat Keunggulan Ikan Lele Mandalika!

Pertanianku – Saat ini sektor perikanan khususnya di Indonesia sedang berkembang dengan pesat. Bagaimana tidak kini, telah banyak jenis ikan baru yang muncul dan memiliki keunggulan sendiri. Salah satunya adalah ikan lele mandalika.

Nama mandalika sendiri merupakan akronim dari “Mina Andalan Nasional Damai dengan Lingkungan karya dan di suKai Anak bangsa”. Lele mandalika merupakan strain lele hibrida asal Nusa Tenggara Barat. Ikan ini adalah hasil hibridisasi seleksi unggul dari strain lele sangkuriang dari Jawa Barat dan lele masamo dari Jawa Timur yang dilakukan oleh Instalasi Balai Benih Ikan Batu Kumbung-Balai Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB.

Jika dilihat, lele mandalika memiliki keunggulan tersendiri dibanding lele sangkuriang ataupun jenis ikan lele lainnya. Pasalnya, pertumbuhan ikan lele mandalika lebih tinggi 22,78% dibandingkan lele sangkuriang. Ia pun cocok dan adaptif dibudidayakan di daerah dataran rendah ataupun dataran tinggi, memberikan peningkatan produksi sebesar 33,55% dibandingkan dengan lele yang digunakan masyarakat lokal setempat serta memberikan peningkatan keuntungan jika dibandingkan dengan menggunakan benih lokal ataupun benih lele sangkuriang dan lele masamo.

Menurut Kepala BBI Batu Kumbung, Sabara Putra, S.Pi, M.Si, lele mandalika pun tahan penyakit aeromonas. Food Convertion Ratio (FCR) atau konversi pakannya sendiri sebesar 0,7—0,9 %. Artinya, untuk menghasilkan 1 kg daging, ia hanya perlu 0,7—0,9 kg pakan.

Lebih lanjut Sabara menuturkan, tingkat kelangsungan hidup alias survival rate mandalika mencapai 90%. Hitung-hitungan Sabara, peternak mandalika lebih untung daripada pembudidaya sangkuriang. Peternak mandalika meraih laba Rp3 juta per 5.000 ekor. Sementara itu, peternak lele sangkuriang mengantongi Rp1 juta per 5.000 ekor.

loading...
loading...