Yuk, Lihat Negara-negara dengan Sistem Pertanian Terbaik!


Pertanianku — Indonesia merupakan negara agraris karena Indonesia memiliki tanah yang subur dan cocok untuk sektor pertanian. Untuk itulah, sektor utama Indonesia adalah pertanian. Sistem pertanian di Indonesia pun semakin lama semakin membaik. Hal ini bisa dilihat dari peningkatan produktivitas produk hortikultura dan bertambahnya nilai ekspor produk tersebut.

Berikut beberapa negara pertanian di dunia yang memiliki sistem pertanian dan pengolahan pertanian terbaik di dunia yang kedepannya mungkin bisa dicontoh oleh sistem pertanian di Indonesia.

  1. Jepang

Jepang yang dijuluki sebagai negara sakura ternyata memiliki pertanian yang terbaik. Sebagai negara dengan teknologi yang tinggi dan maju, Jepang menerapkan teknologi di bidang pertaniannya. Masyarakat Jepang sangat kreatif dalam pengolahan lahan untuk dijadikan sebagai lahan pertanian. Mereka bisa menanam di ruang bawah tanah, pekarangan rumah, pinggiran rel kereta api, dan sebagainya.

Teknologi terbarukan seperti traktor tanpa awak, mesin tanam, dan mesin panen mulai digunakan para petani Jepang. Sementara itu, untuk menghalau hama, Jepang menggunakan teknologi lampu LED.

  1. Belanda

Belanda mampu menjadi negara peringkat 2 untuk negara pengekspor produk pertanian terbesar di dunia dengan nilai ekspor mencapai 72,8 miliar Euro. Produk andalannya adalah benih dan bunga. Kunci dari majunya pertanian di Belanda adalah riset.

Kebijakan-kebijakan dan teknologi diadopsi dari riset-riset yang dilakukan para ahli. Salah satu pusat riset pertanian yang terkenal di sana adalah Universitas Wageningen. Kemajuan sektor pertanian Belanda tidak hanya berfokus pada optimalisasi keuntungan, tetapi juga sangat memerhatikan keberlanjutan dan keramahan lingkungan.

  1. Amerika Serikat

Pertanian di sana semakin berkembang mesin dan teknologi yang ditemukan itu juga digunakan untuk meningkatkan hasil dan mutu pertanian. Seperti penerapan ilmu biologi untuk mencangkok tanaman, agar hasil buahnya lebih bagus daripada tanaman induknya. Ilmu pertanahan berguna untuk mengelola tanah pertanian dan mengatur sistem irigasinya. Jadi, kemajuan teknologi malah membuat pertanian semakin maju.

Baca Juga:  Mengenal Model Hidroponik, Pertanian Modern Masa Kini

Kebanyakan lahan pertanian di Amerika ditanami jagung, jerami, dan gandum. Tanah pertanian utama digunakan untuk menghasilkan makanan serat-seratan. Kini, Amerika Serikat merupakan salah satu negara pengekspor hasil tani terbesar di dunia. Komoditasnya pun lengkap dan berkualitas sangat baik. Mulai dari sayur-sayuran, buah-buahan, ayam potong, daging sapi, susu, hingga ke tembakau dan biji-bijian. Peralatan pertanian di Amerika sudah sangat modern. Di Amerika, traktor dapat berfungsi sebagai penarik alat-alat lainnya seperti mesin pencangkul, pemupuk, penanam benih, pemotong, dan pemanen.

  1. Australia

Australia adalah negara yang luas (7,5 juta kilometer persegi), tetapi kebanyakan terdiri atas padang pasir dan daerah-daerah yang setengah gersang. Juga terdapat gunung-gunung dan hutan yang lebat. Daerah ini tidak dapat digunakan untuk pertanian. Kira-kira hanya dua pertiga atau 485 juta hektar tanah di Australia dapat digunakan untuk pertanian.

Sekarang, Australia mengekspor hasil-hasil pertanian ke berbagai negara, terutama di Asia.

  1. Tiongkok

Walaupun luas darat Tiongkok mencapai 9,6 juta kilometer persegi, areal tanah garapan hanya 1,27 juta kilometer persegi, yaitu hanya 7% areal total tanah garapan dunia, apalagi tanah garapan Tiongkok itu kebanyakan terpusat di dataran dan daerah cekung bagian timur yang beriklim “angin musim”. Industri tanaman adalah sektor produksi pertanian yang paling penting di Tiongkok. Tanaman bahan pangan utama Tiongkok adalah padi, gandum, jagung, dan kedelai. Sementara itu, tanaman industri yang menjadi unggulan adalah kapas, kacang tanah, rapa, dan tebu.

 

loading...
loading...