Yuk, Lihat Peluang Pasar Pembenihan Lobster Air Tawar!

    0

    Pertanianku – Siapa bilang dengan lahan terbatas di pekarangan rumah tidak bisa mendatangkan keuntungan? Bahkan, dengan lahan terbatas di pekarangan rumah, Anda bisa menjalankan usaha pembenihan lobster air tawar.

    Hal ini telah dibuktikan oleh Fahri Anwar yang menjalankan usaha pembenihan lobster air tawar di area pekarangan rumahnya yang terbatas. Bahkan, kini Fahri telah memiliki 15 kolam di area pekarangan rumahnya dan mampu meraup omzet sekitar Rp27 juta setiap bulannya.

    Modal awal yang Fahri keluarkan untuk memulai usaha pembibitan lobster air tawar pada 2005 lalu adalah Rp5 juta. Modal tersebut digunakan untuk membeli indukan lobster air tawar dari Pasar Pramuka Jakarta Timur, membeli seperangkat akuarium (ukuran 100 × 50 × 25 cm) dan alat pendukung lainnya seperti aerator, pipa, dan selang.

    Lokasi usaha pembenihan bibit lobster air tawar dilakukan oleh Fahri di pekarangan rumahnya, di bilangan Tanah Baru, Depok, Jawa Barat. Adapun pembesaran lobster ia lakukan di 6 kolam seluas masing-masing 100 m² yang ia sewa di daerah Ciampea, Bogor, Jawa Barat.

    Dalam satu kolam tanah seluas 100 m² bisa disebar benih untuk pembesaran sebanyak 1.000 ekor. Kolam yang ia sewa sudah berbentuk kolam yang memang dibuat untuk memelihara ikan atau lobster air tawar. Pengetahuan mengenai teknik pembenihan dan pembesaran lobster air tawar ini ia peroleh secara otodidak, melalui majalah dan acara televisi yang mengulas lobster.

    Pembenihan lobster air tawar bisa dilakukan di dalam akuarium, bak fiber, atau kolam semen. Peralatan yang biasanya digunakan untuk pembenihan di dalam akuarium cukup berupa potongan pipa ukuran 5—10 cm dan jaring. Sementara itu, untuk pembenihan di bak fiber dan kolam semen biasanya selain potongan pipa dan jaring, juga menggunakan genteng dan batu roster (batu yang mempunyai celah atau lubang di permukaannya). Batu roster, genteng, jaring, dan potongan pipa biasanya digunakan oleh lobster sebagai tempat persembunyian. Jika tidak ada tempat bersembunyi, lobster akan saling menyerang satu dengan yang lainnya.

    Selain peralatan tersebut, dibutuhkan juga blower atau pompa air atau aerator sebagai alat pengatur ketersediaan oksigen. Blower/aerator itu dipasang di luar kolam, kemudian gelembung udaranya disalurkan dengan pipa paralon yang dipasang di tempat tertentu mengelilingi kolam. Untuk akuarium ukuran 100 × 50 × 25 cm, biasanya hanya dibutuhkan satu titik udara dan untuk kolam semen ukuran 2 × 2 m, biasanya dibutuhkan 6—8 titik udara di sekitar kolam.

    Dalam satu bulan, Fahri bisa menghabiskan sekitar Rp1,8 juta untuk membeli pakan lobster berupa cacing sutra dan pelet isi 25 kg. Untuk mencegah penyakit yang sering menyerang benih lobster seperti parasit, Fahri cukup dengan memberikan makanan yang sesuai, menjaga kualitas air yang baik, serta oksigen yang cukup di dalam air.

    Untuk menjalankan usahanya, Fahri dibantu oleh dua orang karyawan yang ditugaskan untuk menjaga kebersihan di sekitar kolam, mengganti air kolam sebulan sekali, dan memberi makan lobster-lobster peliharaannya.

    loading...
    loading...