Pertanianku — Bertanam dan berkebun merupakan kegiatan yang gampang-gampang susah. Ketika Anda menanam tanaman buah namun tak kunjung berbuah, perlu Anda coba teknik pelukaan. Pelukaan merupakan salah satu teknik konvensional yang kerap digunakan untuk merangsang pembungaan tanaman, terutama tanaman buah dalam pot alias tabulampot.

Pelukaan di bagian batang bertujuan menghambat arus karbohidrat dari daun sehingga hanya terkumpul di sekitar titik pembungaan. Kegiatan pelukaan sebaiknya hanya dilakukan pada tanaman buah yang pertumbuhannya terhambat.
Pelukaan dilakukan dengan mencacah batang, mengerok kulit batang, membuat cincin keratan (ringing), dan mencekik batang dewasa. Namun jika dilakukan pada tanaman muda, pelukaan justru dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu.
Nah, untuk lebih jelasnya berikut uraikan jenis-jenis pelukaan yang bisa Anda lakukan sendiri pada tanaman Anda, yuk simak!
Pencacahan
Lukai batang tanaman dengan arah memanjang selebar 0,5—1 cm secara berselang-seling. Letak pencacahan di leher batang yang terdekat dengan media tanam atau 15—20 cm dari permukaan tanah pada pot.
Pencincinan
Kupas kulit batang secara melingkar penuh selebar 10 cm. Tidak seluruh varietas tabulampot cocok dengan teknik pencincinan ini. Tanaman yang cocok diantaranya mangga, jambu biji, jambu air, belimbing, nangka, lengkeng, dan sawo.
Pengerokan
Kerok bagian kulit batang dengan lebar 2—5 cm seperti perlakuan cangkok. Lakukan pengerokan setelah proses pemangkasan ringan untuk mempercepat terbentuknya bunga.
Pencekikan
Lilitkan kawat atau plat besi di batang tanaman hingga 2—3 putaran. Setelah terbentuk bakal bunga, lilitan harus segera dibuka agar mempercepat pembentukan bunga dan tidak melukai kulit.






























