Daun Pepaya Bisa Jadi Obat Kanker

Pertanianku Daun pepaya sudah cukup lama terkenal sebagai obat tradisional yang rasanya pahit. Selain itu, masyarakat Indonesia juga biasa mengolah daun ini menjadi sayur, tetapi memang proses pengolahannya harus tepat agar rasanya tidak pahit. Namun, siapa sangka, daun pepaya yang selama ini sering “dimusuhi” karena rasanya berpotensi menjadi obat kanker.

daun pepaya
foto: pertanianku

Melansir dari Majalah Trubus Edisi 483, hasil penelitian Prof. Dr. Sismindari dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada menunjukkan, daun pepaya ampuh menghambat pertumbuhan sel kanker payudara T47D.

Pada penelitian tersebut daun yang masih segar ditumbuk hingga halus, lalu dicampur ke dalam 5 mm sodium fosfat. Sismindari mensentrifugasi campuran selama 30 menit untuk mendapatkan ekstrak protein.

Selanjutnya, 0,08–5 mg ekstrak digunakan untuk menginkubasi sel kanker payudara selama 24 jam. Hasilnya, ekstrak tersebut berefek sitotoksik terhadap sel kanker. Nilai IC50 (konsentrasi) yang mampu membunuh separuh sel uji adalah 2,8 mg/ml. Artinya, 50% sel kanker mati setelah diinkubasi dengan 2,8 mg/ml ekstrak protein daun pepaya.

Sismindari juga berhasil membuktikan daun pepaya bersifat sitotoksik pada sel melloma dan sel raji. Melloma merupakan sel kanker pada plasma sel alias golongan sel darah putih, sedangkan sel raji adalah sel kanker limfoma. Dalam riset tersebut, nilai IC50 masing-masing adalah 1,80 mg/ml dan 2,49 mg/ml.

Hasil rsiet Sismindari sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Sukardiman dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga. Sebanyak 350 gram serbuk daun diekstrak dengan pelarut klorofom. Setelah itu, ekstrak tersebut dimanfaatkan untuk menginkubasi sel kanker melloma tikus dalam inkubator. Setelah 24 jam, viabilitas (tingkat kehidupan sel kanker) sel melloma menurun seiring dengan bertambahnya dosis ekstrak daun yang diberikan.

Baca Juga:  Buah yang Berfungsi Jadi Obat Kolesterol

Daun pepaya dapat bersifat antikanker lantaran mengandung ribosome inactivating protein (RIP). Protein tersebut mampu menekan perkembangan sel kanker. Menurut Sukardiman, daun pepaya juga mampu menghambat aktivitas topoisomerase II yang merupakan enzim yang dibutuhkan oleh sel kanker untuk berkembang biak. Hal tersebut juga berdampak terhadap peningkatan ekspresi protein p53 yang merupakan pemicu apoptosis.