Langkah-langkah Pembenihan Belut di Drum

Pertanianku— Dahulu masyarakat masih memburu belut dari alam karena populasinya masih sangat banyak. Namun, saat ini populasi belut terus berkurang sehingga budidaya belut menjadi solusi tepat untuk memenuhi permintaan sekaligus menjaga populasi belut di alam. Salah satu segmentasi usaha budidaya belut yang bisa dipilih ialah pembenihan belut.

pembenihan belut
foto: Pertanianku

Pembenihan belut tergolong mudah, tidak memerlukan waktu yang lama, dan bisa dilakukan di lahan yang sempit seperti pekarangan rumah. Anda bisa melakukannya dengan wadah drum sebagai salah satu wadah yang cocok untuk diaplikasikan pada lahan sempit. Selain itu, wadah drum cukup mudah dibuat. Berikut ini langkah-langkah pembenihan belut di drum.

  • Pilih lokasi usaha yang memiliki sumber air cukup.
  • Siapkan peralatan yang dibutuhkan seperti pompa air, termometer, dan pH kit.
  • Siapkan kolam untuk perawatan induk dan pemijahan belut. Kolam pemijahan dapat dibuat dari drum. Jumlah drum yang dibutuhkan sebanyak 80 buah.
  • Buat media kolam belut bersusun setinggi 80 cm. Mulai dari tanah sawah, cincangan jerami, tanah sawah, cincangan gedebog pisang, biostarter, dan tanah sawah.
  • Masukkan air ke media hingga ketinggian 10 cm dari permukaan media paling atas. Biarkan media selama 1–2 bulan hingga terfermentasi dengan baik.
  • Lakukan seleksi induk jantan dan betina. Pilih induk betina yang panjangnya di bawah 30 cm, sedangkan jantan di atas 40 cm. Perbandingan pemijahan antara induk jantan dan betina 1:2–3.

Usaha pembenihan tidak selalu berjalan mulus. Terkadang, ada pembudidaya yang gagal melakukan pembenihan. Biasanya, kegagalan tersebut disebabkan oleh komposisi media tanam yang kurang tepat.

Kendala lain yang kerap dirasakan oleh pembenih belut ialah tingkat kehidupan benih belut yang masih rendah sehingga tingkat kematian tergolong tinggi.

Baca Juga:  Atasi Penyakit Vibriosis yang Menyerang Udang dengan Binahong

Dalam urusan pakan, belut tidak membutuhkan biaya yang terlalu besar karena sangat efisien dalam hal makan. Hal ini karena belut bersifat pasif dan lebih senang menunggu mangsanya di dalam lumpur. Karena minim pergerakan, belut menghemat energinya sehingga mampu bertahan hidup untuk tidak makan berhari-hari.